oleh

Gubernur Jawa Barat Bersuara Terkait Pernyataan Ridwan Saidi

Hubungi
 
 

Berita Jabar, galuh.id – Pernyataan Budayawan Betawi, Ridwan Saidi membuat masyarakat Ciamis tersinggung. Hal ini direspon oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Gubernur Jawa Barat meminta kepada Ridwan Saidi untuk datang langsung ke Ciamis meminta maaf langsung kepada masyarakat Ciamis.

Loading...

Hal tersebut diungkapkan saat Ridwan Kamil berkunjung ke Waduk Jatigede, Sumedang, Sabtu (15/2/2020).

“Silakan datang ke Ciamis untuk meminta maaf ke semua masyarakat Ciamis, agar permasalahan ini segera selesai dan tidak membuat gaduh di Ciamis,” ujarnya.

Kang Emil sapaan Ridwan Kamil mengatakan, dengan pernyataan Ridwan Saidi terkait Galuh diartikan Brutal dan Kerajaan Galuh tidak ada itu tidak mendasar.

“Penyataannya tidak sesuai fakta dan hanya asal bicara, dan membuat keresahaan masyarakat Ciamis,” ucapnya.

Ridwan Saidi Menyinggung Masyarakat Ciamis

Sebelumnya diberitakan masyarakat Ciamis digegerkan dengan pernyataan Ridwan Saidi, budayawan Betawi yang mengatakan tidak ada kerajaan di Ciamis.

Dia juga menyebut prasasti yang ada di Ciamis merupakan prasasti palsu yang dibuat oleh Belanda.

Bahkan, politisi gaek ini juga menyebutkan arti Galuh adalah brutal. Pernyataannya itu diungkap dalam sebuah video yang diunggah di YouTube.

Sontak pernyataan pria berusia 78 tahun itu mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Salah satunya dari budayawan Caimis, Aip Saepudin.

“Saya sebagai masyarakat Tatar Galuh Ciamis kaget dengan pendapat beliau, bukti sejarah Galuh itu dengan data-data yang valid. Prasasti, Carita Parahyangan, naskah-naskah, atau cerita legenda masyarakat,” ujar Aip kepada Galuh ID, Rabu (12/2/2020).

Aip menyebutkan pada tahun 1667 ada Gotrasawala yang diadakan di Cirebon. Saat itu, kata dia, ada utusan dari Galuh, yakni Singaperbangsa III.

“Gotrasawala itu membahas tentang eksistensi kerajaan di nusantara. Semua hadir di Gotrasawala, musyawarah,” katanya.

Selain itu, menurut Aip, bukti yang lainnya adanya Situs Karangkamulyan yang merupakan bekas Kerajaan Galuh. Situs seluas 25 hektar sekarang masuk wilayah Kecamatan Cijengjing. Termasuk Situs Astana Gede Kawali tempat prasasti Raja Singaperbangsa IV.

“Bukti-bukti ini sudah diakui oleh para peneliti, karena itu pendapat beliau ini sangat tidak patut untuk disampaikan,” tegasnya.

Namun dia berharap masarakat Tatar Galuh Ciamis tetap tenang. Lantaran sejumlah elemen masyarakat akan melayangkan somasi kepada Ridwan Saidi.

“Di Ciamis, kami akan bersama kalangan akademisi, Universitas Galuh, para Kasepuhan, juru kunci, juru pelihara, akan berembuk mengenai langkah-langkah selanjutnya menghadapi hal ini,” katanya. (GaluhID/Arul)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA