oleh

Ini Alasan Wapres Minta MUI Tetapkan Fatwa Haram Mudik

 
 

Berita Nasional, galuh.id – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa haram untuk kegiatan mudik ke kampung halaman di tengah wabah virus Corona di Indonesia.

Menurut Ma’ruf, ada potensi bahaya yang mungkin terjadi, baik di perjalanan maupun di kerumunan. Ada risiko penularan ketika berada di kampung halaman.

Mudik Dapat Membuka Peluang Penyebaran Virus Corona

Terlebih, para pemudik dari episentrum rawan Corona berpotensi menyebarkan virus tersebut hingga ke pelosok-pelosok daerah di tanah air.

Mudik memang bukan ajaran Islam. Namun di beberapa negara yang mayoritasnya kaum muslim seperti Indonesia, pulang kampung pada saat perayaaan sudah menjadi tradisi.

Mengunjungi keluarga, kerabat, dan sanak saudara untuk saling meminta maaf selepas sebulan menjalani ibadah puasa menjadi agenda utamanya.

Namun dalam situasi saat ini, Ma’ruf meminta masyarakat tidak mudik agar upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di seluruh daerah Indonesia dapat optimal.

Ma’ruf juga mengatakan bahwa silaturahmi bisa dilakukan tanpa harus bertemu secara fisik dan berkumpul dengan banyak orang.

Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial, berkomunikasi dan bersilaturahmi untuk menyampaikan selamat hari raya lebaran, bisa secara online.

Lebih lanjut Ma’ruf mengatakan, MUI sendiri sudah mengeluarkan beberapa fatwa penting di tengah mewabahnya virus Corona di Indonesia.

Diantaranya, larangan salat Jumat di Masjid, fatwa penanganan jenazah positif corona hingga fatwa petugas medis tak perlu wudhu dalam melaksanakan salat saat mengenakan alat pelindung diri.

“Akan saya coba nanti agar keluar fatwa mudik dari MUI,” ujar Ma’ruf, di laman CNN.

Pemerintah saat ini masih menimbang apakah kebijakan untuk tidak mudik bersifat larangan atau sekadar imbauan.

Dukungan untuk dikeluarkannya fatwa haram mudik ke kampung halaman di tengah pandemi Corona juga diutarakan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Kang Emil, sapaan akrabnya, mengatakan jika mudik akan memperluas peta sebaran dan meningkatkan potensi orang terpapar Covid-19.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo sudah meminta jajaran kabinetnya untuk menyiapkan skenario dalam menangani arus mudik di tengah pandemi Corona.

Salah satunya dengan mengganti libur nasional Hari Raya di hari lain.

Alternatif mengganti libur nasional di lain hari untuk Hari Raya, menurut Jokowi, dalam rangka menenangkan masyarakat, khususnya bagi yang mudik. (GaluhID/Evi)

Loading...
loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA