Sabtu, 5 Desember 2020
Sabtu, 5 Desember 2020
 
 

Kasus Penggelapan Eks Dekan Fikes Unigal Ciamis Terus Berlanjut

Hubungi Kami

Ciamis, galuh.id,- Mantan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Galuh (Unigal), TJ, telah terbukti bersalah dan divonis hukuman penjara. Penanganan kasus mantan Dekan FIKes Unigal ternyata masih terus berjalan.

Informasi yang berhasil dihimpun Galuh ID, menyebutkan, ada fakta-fakta baru dalam hasil audit investigasi yang dilakukan auditor/ investigator independen. Fakta tersebut secara tidak langsung menyeret kembali nama mantan Dekan FIKes Unigal dan nama lain yang diduga terlibat.

Direktur Pusat Kajian Hukum (PKH) Universitas Galuh, sekaligus Juru Bicara Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis (YPGC), Hendra Sukarman, SE.,SH.,MH, membenarkan keberlanjutan kasus mantan Dekan FIKes Unigal.

Hendra menjelaskan, setelah dilaksanakan audit investigasi, masih ada dugaan pelanggaran pidana yang disinyalir dilakukan oleh mantan Dekan Fikes Unigal.

Dari hasil audit juga disinyalir belum tentu nilai penggelapan uangnya hanya Rp 4,991 miliar. Karena sampai sekarang, laporan pertanggungjawaban selama kepemimpinan mantan Dekan FIKes Unigal belum ada di meja pengurus Yayasan.

“Berdasarkan audit investigasi, kami melaporkannya dan memprosesnya secara hukum ke Polres Ciamis. Tujuannya agar hasil audit investigasi ini segera diteliti, dilidik dan ditindaklanjuti, khususnya mengenai tindak pidana yang dilakukan oleh mantan Dekan FIKes dan kawan-kawannya,” katanya.

Menurut Hendra, salah satu indikasi adanya dugaan penggelapan uang tersebut muncul lantaran mantan Dekan FIKes tidak pernah melaporkan atau membuat laporan pertanggungjawaban kepada Yayasan melalui Rektor Unigal.

“Selain itu, dalam struktur organisasi di FIKes ada keganjilan, yaitu adanya pembina di fakultas. Padahal, menurut Statuta Universitas Galuh, tidak ada unsur pembina di dalam fakultas,” katanya.

Oleh karena tidak ada dalam peraturan, Hendra mempertanyakan tujuan diangkatnya pembina dan untuk siapa. Karenanya, dia menegaskan bahwa struktur pembina yang ada di FIKes Unigal menjadi ilegal. Sehingga karena itu ilegal, apapun yang diterima oleh siapapun pembina di FIKes Unigal ketika itu, harus dipertanggungjawabkan.

Disinggung soal keberlanjutan proses penanganan kasus tersebut, Hendra mendesak pihak kepolisian segera memprosesnya. Karena jika sudah diproses, maka ada kepastian hukum bagi siapapun yang terlibat.  

“Harus segera diproses, karena yang namanya korupsi itu tidak bisa berdiri sendiri. Artinya, agar jelas siapa yang turut serta dan siapa yang menjadi pelaku,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Hendra mengungkapkan, bukti-bukti yang ditemukan pihak kepolisian selama masa penyelidikan, atau bukti-bukti yang terungkap dalam persidangan, seharusnya menjadi patokan dan catatan untuk segera dilanjutkannya kasus yang menjerat mantan Dekan FIKes tersebut.

Ditemui terpisah, Ketua Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis, H. Otong Husni Taufik, S.Ip.,M.Si, membenarkan informasi terkait fakta-fakta baru pada kasus yang menjerat mantan Dekan FIKes Unigal.

Namun demikian, Otong mengaku menyerahkan semua persoalan tersebut kepada pihak-pihak yang berwenang. Pihaknya berharap, kasus yang menyeret nama mantan Dekan FIKes Unigal segera menemui titik terang.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pihak Yayasan mendapatkan desakan dari mahasiswa untuk segera menyelesaikan kasus penggelapan uang di lingkungan FIKes Unigal. Mahasiswa mengancam akan menggelar audiensi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan pihak berwenang. (GaluhID/GI1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Loading...

Artikel Terkait

Nakes Terpapar Corona, Pelayanan RSUD Ciamis Tutup 3 Hari

Berita Ciamis, galuh.id - Pelayanan RSUD Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tutup 3 hari. Penutupan ini akibat banyaknya tenaga kesehatan di rumah sakit yang terpapar...

Gara-gara Tanam Pisang, Warga Ciamis Ini Dapat Hadiah Domba

Berita Ciamis, galuh.id - Tanam pisang di Dusun Nagrog Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing, salah satu warganya mendapatkan hadiah domba dari panitia, Rabu (02/12/2020). Pasalnya warga...

Operasi Yustisi di Banjarsari Ciamis, 60 Pelanggar Kena Sanksi Sapu Jalan

Berita Ciamis, galuh.id - Sebanyak 60 warga terjaring operasi yustisi di depan alun - alun Banjarsari Ciamis. Mereka kedapatan tidak memakai masker saat berkendara. Satgas...

Temukan Kami

48,331FansSuka
215PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Sekolah Tatap Muka Mulai Januari 2021, Ini Permintaan Kemendikbud Kepada Para Guru

Sekolah tatap muka mulai Januari 2021. Hal tersebut berdasarkan keputusan dari Kemedikbud. Kemendikbud telah mengumumkan keputusannya untuk memperbolehkan kembali menggelar sekolah tatap muka. Rencananya pihak...

Kelebihan HP Vivo Y51 dan Berbagai Fiturnya, Berapa Harganya?

Kelebihan HP Vivo Y51 melengkapi pengalaman pengguna smartphone. Apalagi bagi anak muda yang membutuhkan HP dengan kamera canggih. Tentunya, kelebihan dari seri ini terletak pada...

One Piece 998, Akahkan Sanji Selamat dari Tangan Black Maria?

One Piece 998 tidak akan tayang pekan ini. Tentu keputusan tersebut membuat banyak penggemar semakin penasaran bagaimana kelanjutan dalam Arc Wano. Meski begitu, banyak sekali...

Login stimulus.pln.co.id Klaim Listrik Gratis Desember, Segera Dapatkan Sebelum Berakhir

Login stimulus.pln.co.id klaim listrik gratis Desember, khususnya pelanggan yang memasang listrik dengan daya 450 VA dan 900 VA. Seperti yang terjadi pada bulan sebelumnya, PLN...

BKKN Instruksikan GMNU Indramayu Jawa Barat Jadi Pelopor Anti Nikah Muda

Berita Jabar, galuh.id - GP Anshor Kabupaten Indramayu dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat menjalin kerja sama dalam bidang pendataan keluarga. Jalinan...