Ketua DPRD: Ciamis Kekurangan Mobil Pemadam Kebakaran

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Ketua DPRD Ciamis yang datang bersama Bupati Ciamis ke lokasi kebakaran di Pasar Ciamis, mengatakan kabupaten Ciamis kekurangan mobil pemadam kebakaran yang saat ini baru memiliki 3 unit.

“Kabupaten ciamis dengan wilayah yang luas, ketika terjadi kebakaran sangat kewalahan untuk memadamkan api, karena Ciamis baru memiliki 3 unit mobil kebakaran. Terbukti saat terjadi kebakaran di Pasar Ciamis, kita dibantu 2 unit mobil kebakaran dari Kota Tasikmalaya,” ujar Nanang Permana, ketua DPRD Kabupaten Ciamis saat wawancara dengan awak media di Pasar Manis Ciamis, Selasa malam (25/6/2019).

Nanang mengatakan, pihaknya sudah berbicara dengan Bupati Herdiat terkait kekurangan mobil pemadam kebakaran di Ciamis. Ke depan pihaknya akan mengajukan penambahan mobil pemadam kebakaran.

“Kita akan berusaha mengajukan ke Pemerintah Daerah Ciamis untuk penambahan unit mobil kebakaran, agar nantinya apabila terjadi kebakaran tidak usah lagi minta bantuan ke daerah tetangga,” ucapnya.

- Advertisement -

Lanjut Nanang, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, BPBD, Kepolisian dan Dinas lainnya juga masyarakat yang telah bergotong royong berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

“Alhamdulilah berkat kerja sama, bergotong royong dengan pihak terkait seperti pemadam kebakaran, Satpol PP, BPBD, Kepolisian dan pemadam kebakaran dari Kota Tasikmalaya, api berhasil dipadamkan,” tuturnya.

Menurutnya, kios yang terbakar ada sekitar puluhan yang terbakar dan barang yang di dalam kios hangus terbakar.

“Berkat kerja keras tim pemadam kebakaran, sehingga kebakaran tidak merembet sangat jauh,” pungkasnya. (galuh.id/Arul)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Unik! Warga RT 23 Desa Cibadak Ciamis Gelar Pemilihan Ketua RT Layaknya Pemilu

Warga RT 23 Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, menggelar pemilihan Ketua RT pada 31 Juli 2026 dengan konsep mirip Pemilu. Ucu Rahmat terpilih sebagai Ketua RT setelah meraih suara terbanyak. Konsep pemilihan ini bertujuan untuk memastikan keterbukaan dan transparansi, serta melibatkan partisipasi langsung warga. Biaya pemilihan berasal dari kas RT dan donatur.

Artikel Terkait