Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021
spot_img

Kisah Tukang Pijit Ciamis Bertahan Melawan Pandemi Corona di Bulan Ramadhan

Berita Ciamis, galuh.id – Kisah pilu dialami oleh tukang pijit Ciamis asal Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Situasi pandemi Corona, membuat dirinya harus berjuang lebih keras untuk bisa bertahan hidup.

Lasimin (70) tukang pijit Ciamis, kakek renta dengan keterbatasan penglihatan, sudah menjalani profesinya sebagai tukang pijat keliling selama 30 tahun lebih.

Dia mengatakan, profesi yang dijalankan itu merupakan pekerjaan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Biasanya bulan Ramadhan merupakan bulan baik untuk mengais rezeki bagi dirinya. Banyak para pemudik dan warga minta untuk dipijat. Namun dampak wabah Corona saat ini, sangat berpengaruh terhadap penghasilannya.

Penghasilan Lasimin di bulan Ramadan sekarang hanya sekitar Rp 50 ribu, sangat berbeda di tahun sebelumnya yang mencapai Rp 150 ribu perhari.

“Puasa tahun sekarang sangat berbeda dirasakan. Biasanya di bulan puasa, saya mendapat banyak pelanggan, namun sekarang ini, orang jarang dipijit, mungkin takut karena Corona,” ungkap Lasimin kepada Galuh ID, Minggu (3/5/2020).

“Namun saya tetap bersyukur terhadap apa yang diperoleh saat ini. Meskipun penghasilan dari pijat ini menurun, yang penting saya masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” lanjutnya.

Lasimin yang tinggal di RT 17, RW 06, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis dikenal sebagai sosok humoris dan agamis.

Lasimin melewatkan hari-hari bersama anak dan cucunya. Bersama merekalah, Lasimin menggantungkan harapan hidupnya.

“Istri saya sudah meninggal 1 tahun lalu, jadi sehari-hari menghabiskan waktu bersama anak dan cucu, Mangan ora mangan asal ngumpul, tetap semangat melawan Corona, jangan lupa dibarengi ibadah,” pesan Lasimin.

Dalam mengais rezeki, Lasimin selalu berjalan kaki. Jarak yang ditempuh cukup jauh. Dirinya berangkat seusai salat tarawih dan pulang dini hari. Jika keberuntungan berpihak, Sesekali naik kendaraan warga yang melintasi jalur jalan raya Banjarsari.

“Kalau nasib sedang beruntung, pasti ada yang ngajak naik kendaraan. Alhamdulilah itung-itung irit tenaga,” kata Lasimin.

“Yang terpenting dalam menjalani hidup adalah mensyukuri apa yang kita dapat,” pungkas Lasimin. (GaluhID/Yanyan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
274PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan