Jumat, 25 Juni 2021
Jumat, 25 Juni 2021
BJB

Liga Inggris Siap Dimulai Kembali dengan Kampanye Black Lives Matter

spot_img

Berita Olahraga, galuh.id – Liga Inggris akan kembali dilanjutkan mulai 17 Juni 2020, setelah sempat dihentikan akibat pandemi Covid-19.

Sejauh ini virus yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan China itu telah menewaskan hingga lebih dari 41.000 jiwa di Inggris.

Terakhir kali pertandingan liga diselenggarakan adalah pada 10 Maret 2020, yaitu pertandingan antara Leicester City berhadapan dengan Aston Villa.

Laga tersebut dimenangkan oleh Leicester City dengan skor telak 4-0 dan gol terakhir yang tercipta merupakan gol dari Harvey Barnes pada menit ke 85.

Setelah tiga bulan rehat Liga Inggris bersiap untuk kembali bergulir, dalam pertandingan pertama yang akan tersaji adalah pertandingan antara Aston Villa melawan Sheffield United.

Kemudian berlanjut pada laga big match, Manchester City Melawan Arsenal, yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2020 mendatang.

Kedua laga tersebut adalah pertandingan yang ditunda, setelah awal pandemi Covid-19 mulai menyerang Inggris dan negara-negara Eropa lainnya.

Setelah itu, semua klub serentak melakoni kompetisi pada 20 Juni, dengan berbagai aturan protokoler kesehatan dan semua pertandingan tersebut digelar tanpa penonton.

Liga Inggris Siap Kampanyekan Black Lives Matter

Namun jangan kaget kembalinya Liga Inggris akan dirasakan berbeda, pada pekan pembuka usai kompetisi terhenti adalah rencana kampanye sosial antirasisme.

Para pemain Liga Inggris telah sepakat untuk menyerukan dukungan mereka terhadap gerakan anti rasisme di seluruh dunia.

Nantinya para pemain akan mengenakan jersey khusus bertuliskan slogan Black Lives Matter, pada bagian punggung di pekan pembuka dimulainya kembali liga termasyhur itu.

Dikutip dari Reuters, Minggu (14/6), slogan itu akan menggantikan nama punggung setiap pemain. Sementara itu, pada bagian depan jersey akan terpampang logo BLM (Black Lives Matter).

Dukungan tersebut diserukan menyusul kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang dilakukan oleh anggota polisi di Minneapolis, Amerika Serikat pada 25 Mei lalu.

Dalam beberapa minggu terakhir menjelang kembali bergulirnya kompetisi kasta tertinggi negeri Elizabeth ini, sejumlah klub Liga Inggris melakukan pose berlutut.

Pose tersebut akhir-akhir ini menjadi fenomena, sebelumnya dipopulerkan oleh seorang mantan atlet America Football, Colin Kaepernick sebagai bentuk protes terhadap rasisme.

Selain mengenakan jersey khusus, sebelum laga dimulai seluruh klub juga akan menggelar momen mengheningkan cipta selama satu menit.

Hal ini sebagai bentuk dukungan mereka untuk menghormati orang-orang yang meninggal dunia di masa pandemi Covid-19.

Selain itu juga sebagai penghormatan kepada seluruh tenaga medis yang berjuang di garda terdepan dalam memerangi virus corona.

Awal Mula Black Lives Matter

Slogan ini lahir pada 2013 setelah seorang remaja kulit hitam bernama Trayvon Martin, ia ditembak mati oleh lelaki kulit putih bernama George Zimmerman.

Dari kejadian tersebut menumbuhkan rasa empati dari seorang aktivis asal California, Amerika Serikat bernama Alicia Garza.

Ia kemudian menulis sebuah postingan di Facebook yang menyatakan “Black people. I love you. I love us,” tulisnya. “Our lives matter.”

Garza geram akan perilaku George Zimmerman, yang dibebaskan dari tuduhan pembunuhan Trayvon Martin yang masih berusia 17 tahun.

Unggahan Garza kemudian diunggah ulang oleh Patrisse Cullors. Lalu diikuti dengan tagar #BlackLivesMatter yang dengan cepat menyebar di berbagai negara bagian di Amerika Serikat.

Pada akhirnya tagar itu selalu digunakan ketika ada kasus rasisme atau ketidakadilan terhadap warga kulit hitam baik di Amerika maupun di belahan negara lainnya.

Garza, Cullors, dan seorang wanita kulit hitam lainnya, Opal Tometi. Kemudian memprakarsai pembentukan Black Lives Matter, yang berfokus pada pergerakan anti rasisme di AS.

Dampak insiden ini sangat masif setelah video penyiksaan Floyd di Facebook viral dan pelbagai kasus kekerasan dan pembunuhan lainnya yang diawali dari sikap rasialisme.

Itulah yang menjadi alasan para pemain di Liga Inggris meluncurkan aksi anti rasisme. Bahkan kampanye ini mendapatkan dukungan dari pihak penyelenggara kompetisi.

Dalam rilis resminya, pihak operator mendukung penuh gerakan Black Lives Matter dan berkomitmen untuk mewujudkan inklusivitas global dan saling menghormati.

Selain itu operator Liga Inggris akan memberikan kesempatan yang sama pada semua pihak. Tidak memandang dari segi warna kulit maupun suku. (GaluhID/Dhi)

 
 
Loading...

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
256PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan