oleh

Lingga Permana, TKI Asal Ciamis Jadi Pembalap Juara Dunia

 
 

Ciamis, galuh.id– Hidup adalah pilihan, dimana kita harus memilih salah satu keputusan. Seperti halnya yang dilakukan pria asal Lakbok Ciamis Jawa Barat ini, dia adalah Lingga Permana.

Pria berusia 24 tahun asal Nambo Lakbok Jawa Barat yang menentukan pilihan untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan.

Lingga harus rela meninggalkan negara tercintanya Indonesia dan rela meninggalkan keluarga serta hobinya yaitu balap.

Pria yang di KTPnya beralamat di Dusun Banjar Harja, Desa Kertajaya, Lakbok, Ciamis, Jawa Barat bekerja pada salah satu perusahaan handle pintu di Changhua Taiwan.

Pada awalnya Lingga beraktifitas layaknya TKI yang lainnya. Namun suatu waktu terdapat gelaran FIM Asia Supermoto, dan karena ada kesempatan Lingga pun menonton gelaran tersebut.

“Karena dekat dengan asrama dan ini hobi saya maka saya pun menyempatkan untuk menonton,” jelas Lingga melalui pesan WA.

Hasratnya untuk kembali merasakan lintasan sirkuit pun muncul kembali dan semakin kuat. Lingga akhirnya memberanikan diri untuk mencari informasi agar bisa latihan di sirkuit tersebut.

Meskipun terbatas dalam hal komunikasi, berkat dorongan hasrat yang kuat dan dengan dibantu oleh sang kakak, Lingga Permana berhasil memperoleh informasi.

Lingga pun akhirnya bisa merasakan kembali hobinya di sirkuit tempat berlangsungnya gelaran FIM Asia Supermoto.

“Alhamdulillah sekedar melepas rindu saja, meskipun hanya latihan dan mengisi waktu luang serta melepas rasa penat setelah bekerja,” jelas Lingga.

Baca Juga: Di Taiwan, Pembalap Asal Lakbok Ciamis Harumkan Indonesia

Tidak lama bagi Lingga untuk beradaptasi dengan sirkuit tempat dia latihan. Karena memang sejatinya Lingga adalah pembalap yang sudah merasakan berbagai sirkuit di Indonesia. Dari mulai sirkuit dadakan dan sirkuit permanen.

Apalagi sirkuit tempat dirinya latihan di Taiwan merupakan sirkuit permanen, sehingga mudah bagi Lingga untuk menemukan racing line pada setiap titik di sirkuit tersebut.

Tidak terbersit pada pikirannya akan mengikuti balap resmi. Karena pria yang juga “mencuri” ilmu dari pembalap ternama Indonesia Wawan Hermawan, hanya sebatas latihan tidak lebih.

Namun tanpa disadarinya tim Motoheart dari Taiwan memperhatikan saat dirinya latihan. Dan tanpa diperkirakan sebelumnya Lingga ditawari untuk menjadi pembalap pada tim tersebut.

Tim Motoheart adalah tim yang pernah menjadi juara, sehingga Lingga pun merasa tertantang untuk kembali menjadi juara.

“Tim ini pernah juara, semoga saja nempel juga ke saya juaranya,” kata Lingga.

Motor yang digunakan Lingga pada gelaran balap ketahanan selama 4 jam adalah MH155 buatan China yang berkapasitas 155cc.

Nampaknya sang pemilik tim dan sponsor sudah merasa cocok, meskipun keterbatasan komunikasi. Terbukti Lingga mendapatkan wearpack/racing suit terbaik yang ada di Taiwan.

“Alhamdulillah tim baru wearpack baru semangat pun baru,” kata Lingga. (GaluhID/YP)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA