Kamis, 24 Juni 2021
Kamis, 24 Juni 2021
BJB

Menantikan Geliat Transfer Tim Medioker Liga 2

spot_img

Opini, galuh.id – Belum banyak transfer tim medioker di Liga 2 pasca libur lebaran tahun 2021 ini. Tim-tim besar dan notabene masih baru justru yang aktif dalam geliat bursa transfer.

Dari 24 klub yang akan bersaing di Liga 2 2021, hanya 7 hingga 9 tim saja yang mengumumkan rekrutan terbarunya. Bahkan sudah mengumumkan skuadnya meski belum 100%.

Persis Solo dan Semen Padang adalah dua tim yang paling aktif di bursa transfer musim ini. Sejumlah pemain sudah teken kontrak dengan kedua klub tersebut untuk menyongsong Liga 2 2021.

Transfer Tim Medioker Liga 2 Masih Sepi

Kali ini Galuh ID tak akan membahas tim yang memang sangat aktif selama dua bulan terakhir ini dalam perburuan pemain. Seperti Persis Solo, Semen Padang, RANS Cilegon FC, PSG Pati, Dewa United, PSMS Medan dan Sriwijaya FC.

Liga 2 2021 ini rencananya akan bergulir sekitar tanggal 17 Juli mendatang. Artinya hanya sisa 2 bulan lagi untuk melakukan persiapan.

Selain dari 7 tim yang telah disebutkan tadi, sisanya masih adem ayem saja dalam bursa transfer. Padahal, persaingan di Liga 2 tahun ini menjadi semakin sengit.

Mari ambil contoh klub PSKC Cimahi yang baru akan mengumpulkan pemain sehabis lebaran. Klub yang pernah berlaga di Liga 1 asal Kalimantan, Mitra Kukar juga masih belum bergerak dalam mencari pemain baru.

PSPS Riau yang baru mendapatkan bos baru Norizam Tukiman juga belum mempersiapkan tim. Semua suporter juga pasti cukup bosan karena pemberitaan hanya mengenai 7 tim saja.

Seharusnya memang tim-tim medioker ini segera berbenah untuk bisa bersaing dengan tim-tim besar lainnya. Memang bukan mustahil, tim medioker mampu memberikan kejutan.

Namun, persiapan yang terlambat akan menjadi bumerang bagi tim. Akan ada banyak PR jika terlambat dalam persiapan tim.

Mulai dari kondisi fisik pemain pasca vakum setahun penuh, chemistry antar pemain hingga strategi yang akan digunakan.Tiga hal ini saja membutuhkan waktu yang cukup lama, latihan mandiri jauh berbeda dengan di tim.

Shin Tae Yong saja pernah mengeluh karena anak asuhnya fisiknya kurang baik. Hal tersebut karena para pemain Indonesia kurang baik menerapkan latihan fisik.

Gelaran Piala Menpora kemarin saja menjadi suatu bukti. Banyak pemain yang tidak bugar dan porsi tubuhnya juga tidak ideal sebagai seorang atlet.

Para fans masing-masing klub pasti sangat menantikan gebrakan transfer tim medioker Liga 2 untuk bisa bersaing. Pamor Liga 2 juga mulai menanjak dengan adanya wacana Liga 1 tanpa degradasi yang banyak ditolak para penggemar sepak bola. (GaluhID/Putra)

 
 
Loading...

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
256PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan