Banjar, galuh.id – Orang tua siswa SMAN 1 Kota Banjar sedang menggalang dana untuk membangun tangga darurat. Sekolah ini sebelumnya hanya memiliki satu akses menuju lantai dua, yang dianggap tidak memadai bagi jumlah siswa yang mencapai lebih dari 600 orang.
Yadi, salah satu orang tua siswa, mengungkapkan bahwa keputusan untuk membangun tangga darurat ini adalah hasil dari beberapa rapat orang tua siswa. Menurutnya, satu akses tangga tidak cukup untuk mengantisipasi bencana seperti gempa atau kebakaran.
“Keselamatan dan kenyamanan anak-anak adalah prioritas kami, sehingga pembangunan tangga darurat ini sangat diperlukan,” ujar Yadi.
Orang tua siswa lainnya, Nangga, juga mendukung penuh inisiatif ini dan siap memberikan sumbangan secara sukarela.
“Saya memiliki dua anak yang bersekolah di sini. Keselamatan dan kenyamanan mereka adalah yang utama, jadi saya tidak keberatan sama sekali untuk membantu,” katanya.
Baca Juga: Terdakwa Kasus Arisan-Investasi Bodong di Kota Banjar Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Penjara
Meskipun pihak sekolah awalnya sempat tidak mengizinkan karena kekhawatiran akan persepsi negatif di masyarakat, orang tua siswa tetap bertekad untuk melanjutkan pembangunan ini.
“Kami tidak ingin berpolemik dengan apa yang terjadi di luar sana. Jika kepala sekolah atau pihak sekolah ingin membantu, itu bagus. Jika tidak, kami tetap akan melanjutkan proyek ini,” tegas Nangga.
Ketua Komite SMAN 1 Kota Banjar, Hendrayana, sangat mengapresiasi inisiatif dari para orang tua siswa.
“Kondisi anggaran memang terbatas, dan keselamatan serta kenyamanan anak-anak adalah prioritas utama kami. Kami sangat menghargai kepedulian dan inisiatif para orang tua,” ujarnya.
Saat ini, dana yang terkumpul untuk pembangunan tangga darurat masih belum mencukupi, namun upaya penggalangan dana sukarela terus dilakukan.
“Idealnya, harus ada empat tangga untuk mengakomodasi lebih dari 600 siswa di lantai dua,” tutup Hendrayana.
Dengan semangat gotong royong, orang tua siswa SMAN 1 Kota Banjar berharap pembangunan tangga darurat ini dapat segera terealisasi demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak mereka. (Teja/GaluhID)
