Selasa, 15 Juni 2021
Selasa, 15 Juni 2021
BJB

Pandemi Corona, Kunjungan Wisatawan ke Ciamis Menurun Drastis

spot_img

Berita Ciamis, galuh.id – Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di kabupaten Ciamis jumlahnya menurun drastis dibandingkan dengan tahun 2019 lalu.

Terlebih tahun ini dilanda pandemi virus corona (Covid-19) yang sangat berdampak buruk terhadap sektor pariwisata, baik lokal maupun nasional.

Kepala Dispar Ciamis, Wasdi, mengatakan tahun 2020 ini pihaknya mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke kabupaten Ciamis menurun drastis atau hanya sekitar 67 ribu orang.

”Di masa pandemi ini kunjungan wisatawan menurun drastis. Ya karena memang beberapa objek wisata juga sempat ditutup,” kata Wasdi, Senin (12/10/2020).

Kunjungan Wisatawan ke Ciamis Menurun

Kalaupun tidak ditutup, juga ada peningkatan kewaspadaan penularan Covid-19 di objek wisata. Hal ini menurut Wasdi, berdampak pada tingkat jumlah kunjungan.

Sementara pada tahun 2019 lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke Ciamis menembus di angka 308 ribu orang, baik wisatawan lokal maupun luar daerah.

”Di tahun 2019, kunjungan ke objek-objek wisata yang dikelola oleh kabupaten mencapai lebih dari 308 ribu orang. Tapi di situasi pandemi sampai Agustus, baru di angka 67 ribuan,” jelasnya.

Dari jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2019, pendapatan asli daerah (PAD) Ciamis mencapai sebesar Rp 1,2 miliar.

Saat ini ada 4 destinasi wisata yang dikelola pemda Ciamis. Diantaranya Situ Lengkong Panjalu, Karangkamulyan, Kolam Renang Tirta Winaya dan Astana Gede Kawalu.

Sementara sebanyak 144 potensi wisata yang tersebar di 83 desa kini terus dikembangkan oleh pemerintah desa (Pemdes) masing-masing.

”Potensi ini nantinya diharapkan juga bisa mendongkrak PAD kabupaten Ciamis,” tutur Wasdi.

Dinas Pariwisata Ciamis terus memberikan dukungan dan berkoordinasi dengan Pemdes dalam upaya pengembangan potensi wisata tersebut.

Majukan Desa Wisata dengan Investor Lokal

Selain itu, sangat diharapkan muncul investor-investor lokal yang memajukan desanya dengan modal usaha sehingga potensi wisata di desa dapat berkembang.

Bukan hanya ramainya, tapi juga pertumbuhan ekonominya. Karena tolok ukur daya saing pariwisata itu mencakup 3 aspek.

”Yaitu jumlah kunjungan, lama kunjungan, dan pendapatan. Pendapatan ini bukan hanya pendapatan pemerintah. Tapi juga pendapatan masyarakat,” ucapnya. (GaluhID/Evi)

 
 
Loading...

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
252PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan