oleh

Pendiri Panggung Sajak Tergugah Ada Gerakan Budaya di Kota Banjar

Hubungi
 
 

Berita Banjar, galuh.id – Pendiri Panggung Sajak, Dani Danial Muklis mengaku tergugah masih adanya gerakan volunteer budaya di Kota Banjar.

Menurutnya, gerakan budaya di Banjar membutuhkan kesadaran dan kesabaran bersama. Pasalnya, ruang-ruang ekspresi budaya harus menjadi jembatan untuk menjawab kerinduan masyarakat terhadap budaya sebagai identitas dirinya.

Loading...

Danial mengemukakan kegiatan Tadarus Budaya Panggung Sajak tersebut digelar untuk tiga momen penting. Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Banjar ke 17, Hari Basa Ibu Internasional dan Launching Buku antologi Siswa SMAN 2 Banjar.

“Panggung Sajak tetaplah panggung sajak, ia mengalir menyusuri relung-relung hati siapa saja yang terpanggil untuk sinau bareng, saling menggenapkan satu sama lain.

Ia hadir sebagai manifestasi dari gemuruhnya semangat belajar (shillatul ilmi) dan bersaudara (shillaturrahim) dibalut selimut kesukarelaan untuk mewaqafkan hati, pikiran, tenaga bahkan harta,” katanya, Jumat (21/02).

Dengan nada berseloroh, Danial menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar SMAN 2 Banjar yang telah berkolaborasi dan memberikan tempat sehingga tadarus budaya bisa terlaksana.

Selain itu dia pun menyampaikan terimakasih pada Sanghyang Ulin Deni Weje serta pada Jan Federiksen budayawan asal Denmark.

“Kepada Ruang Baca Komunitas, Gending Sekar Nusantara, yang telah mendukung atas terselenggaranya acara tersebut. Dan Tadarus Budaya Panggung Sajak berikutnya yakni Jawara Paseuk Nagara tunggu kehadiran kami,” pungkas pendiri Panggung Sajak. (GaluhID/Evi)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA