4 Pelaku Sindikat Perdagangan Anak di Tasikmalaya Diringkus Polisi

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Menurut Ato, berdasarkan pendalaman, chating di media sosial dan lainnya, pihaknya mendapati adanya hal-hal di luar kewajaran.

“Pelaku dengan korban bertemu dan berinteraksi. Kemudian mengiming-imingi korban. Baru kenal dengan pelaku 6 bulan,” ujarnya.

Pihaknya dengan bantuan PPA pun terus melakukan pendampingan kondisi psikis anak tersebut.

“Korban masih dalam pengawasan kami. Karena memang kondisi psikisnya belum pulih. Anak ini mengalami goncangan psikis,” ujarnya.

- Advertisement -

Ato pun mengimbau kepada orang tua agar lebih mengawasi dan memperhatikan anak.

Ucu (65) nenek korban, sangat bersyukur cucunya sudah kembali dalam kondisi baik dan sehat. “Saya tak bisa tidur dan makan memikirkan cucu,” ucapnya.

Saat hilang, nenek dan ibu korban pun mencari keberadaannya. Mereka lalu mengetahui korban pergi dibawa kerja ke Bogor oleh temannya.

Menurut sang nenek, orang tua korban sudah bercerai saat korban berusia 3 tahun. (GaluhID/Evi)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Sindangrasa Jadi Kampung Zakat Pertama di Ciamis, Dorong Gerakan Infak Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Ciamis meresmikan Kampung Zakat Masagi di Kelurahan Sindangrasa pada 30 Juni 2026, menjadikannya kampung zakat pertama di daerah tersebut. Bupati Ciamis menyatakan pengelolaan zakat memiliki potensi besar untuk pembangunan dan kesejahteraan sosial, sementara penghimpunan zakat meningkat dari Rp1-2 miliar menjadi Rp24 miliar pada 2024.

Artikel Terkait