Senin, 21 Juni 2021
Senin, 21 Juni 2021
BJB

PSMS Medan Lunasi Utang Gaji Para Pemain

spot_img

Info Liga 2, galuh.id – PSMS Medan kini sudah tidak memiliki beban tunggakan gaji para pemain setelah mereka melunasinya pada Rabu (30/9) lalu. Karena masalah ini klub berjuluk Ayam Kinantan itu dilarang mendaftarkan pemain yang mereka datangkan pada tiga jendela transfer.

Nasional Dispute Resolution Chamber (NDRC) telah mencabut hukuman larangan transfer kepada klub asal Sumatera Utara tersebut. Sebelumnya klub tersebut menunggak gaji salah satu pemainnya, Alhadji Adamou sebesar 150 juta rupiah.

Kini manajemen klub sudah melunasi sebagian gaji pemain tersebut dengan cara dicicil dan pada Rabu (30/9) lalu, sisa tunggakan gaji sebesar 75 juta rupiah langsung dilunasi.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Amir Burhannudin selaku ketua NDRC karena senang melihat kesungguhan PSMS Medan untuk melunasi tunggakan gaji pemain tersebut.

Julius Raja yang merupakan sekretaris klub tersebut juga mengaku senang timnya telah menyelesaikan masalah dan sanksi yang mereka terima sudah dicabut.

Meskipun belum ada kejelasan soal keberlanjutan Liga 2 Indonesia, Ayam Kinantan akan lebih fokus dalam persiapan teknis. Selain itu juga faktor non teknis pun dipersiapkan sebelum kompetisi kembali bergulir.

Beberapa pemain yang baru bergabung ke klub tersebut saat ini sudah bisa didaftarkan untuk ikut serta dalam kompetisi. Pemain tersebut seperti Ferdinand Sinaga dan Silvio Escobar.

Saat ini manajemen klub merasa puas. Mereka sudah tidak berurusan lagi dengan NDRC dan mempersiapkan diri sebelum Liga 2 Indonesia dilanjutkan.

Meskipun begitu, Julius menilai pihaknya dan Alhadji tidak memiliki masalah apapun, termasuk gaji tersebut.

Gaji Para Pemain yang Diminta Berlebihan

Menurutnya gaji yang diminta oleh Alhadji justru terlalu berlebihan. Hal itu disebabkan kontribusi untuk klub tersebut sangatlah tidak sebanding dengan yang diterimanya saat ini.

PSMS kini mengalami kerugian sekitar 600 juta rupiah karena untuk membayar tunggakan tersebut. Selain itu mereka juga berstatus tuan rumah di Grup D Liga 2 Indonesia.

Hal ini perlu menyiapkan fasilitas untuk para klub peserta grup hingga fasilitas lapangan yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Meskipun mereka menerima subsidi dari PT. LIB sebesar Rp 150 juta, hal tersebut tidak dapat menutup kerugian klub di masa sulit seperti sekarang ini.

Tetapi karena Ayam Kinantan sudah berkomunikasi menjadi tuan rumah, mereka akan mencari cara untuk menutup kerugian tersebut dengan menggaet sponsor yang ingin bekerjasama. (GaluhID/Bima)

 
 
Loading...

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
253PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan