oleh

PT LIB Berutang Pada Sriwijaya FC, Liga 2 Terancam Ditunda

Hubungi
 
 

Info Liga 2, galuh.id – Klub Sriwijaya FC meminta Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tak memberi rekomendasi Liga 2 2020 karena PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi masih menunggak utang.

Klub berjulukan Laskar Wong Kito itu baru saja mengadukan tunggakan utang PT LIB sebesar Rp3,4 miliar, yang belum dilunasi sejak tahun 2017, kepada BOPI.

Loading...

Menurut, Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainudin menyebut utang tersebut merupakan gabungan dari hak siar siaran televisi, kontribusi Elite Pro Academy dan subsidi Liga 1.

“Kami melihat BOPI luar biasa tegas kepada klub-klub. Dampaknya tidak ada klub yang menunggak gaji. Namun, kenapa operator yang profesional masih menunggak kepada klub?” ujar Hendri, dikutip dari laman Antara, Jumat (14/2/2020).

“Kami juga minta kalau belum ada penyelesaian yang baik, ditunda saja kompetisi Liga 2 ini,” kata Hendri menambahkan.

Menurutnya, utang PT LIB kepada klubnya mencapai Rp4,6 miliar. Namun, PT LIB membayarnya dengan cara mengangsur dan bila ditotal baru sekitar Rp1,2 miliar yang sudah terbayarkan.

Hendri menjelaskan bahwa pembayaran tersebut diangsur per bulan. Terakhir kali PT LIB membayar utangnya pada Januari 2020 sebesar Rp200 juta.

Namun skema tersebut tidak terlalu nyaman bagi Sriwijaya FC. Karena menurut Hendri, PT LIB sering kali baru melakukan pembayaran setelah dikirimi surat permintaan resmi.

Sriwijaya FC Minta PT LIB Melunasi Utangnya dengan Kesadaran Sendiri

Hendri lebih tegas meminta komitmen pada PT LIB untuk melunasi utang tersebut dengan kesadaran sendiri, tanpa harus dikirim surat terlebih dahulu.

Ketua BOPI, Richard Sam Bera, menerima laporan dari Sriwijaya FC tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan membawa permasalahan tersebut ke PT LIB.

Lebih lanjut pria yang juga mantan atlet renang itu, pihaknya akan meminta PT LIB untuk menuntaskan tunggakannya. Tentunya pelunasan tersebut harus sebelum kick off Liga 2 yang direncananya dilakukan pada 13 Maret 2020.

“Harapan kami sudah selesai sebelum itu. Semua, termasuk operator kompetisi pasti ingin liga bergulir dengan mulus. Perlu diketahui kami memiliki instrumen rekomendasi yang harus dipatuhi,” tukas Richard. (GaluhID/Dhi)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA