Banjar, galuh.id – Pulomajeti Kota Banjar, Jawa Barat, terpilih sebagai lokasi syuting program reality show dokumenter internasional.
Suasana Dusun Siluman, Kelurahan Purwaharja tiba-tiba berubah ramai dengan kehadiran puluhan warga asing pada Kamis (17/4/2025) petang.
Mereka bukan wisatawan biasa, melainkan bagian dari kru dan peserta reality show dokumenter internasional “Asia Express in Hungarian Season 6”.
Sebuah produksi yang menggabungkan petualangan dan eksplorasi budaya.
Diproduseri oleh Kevin Charles Koiniger, sineas asal Belgia, program ini bertujuan mengenalkan situs-situs bersejarah dunia kepada audiens global.
Pulomajeti, sebagai salah satu titik syuting, terpilih berkat nilai sejarahnya yang kaya dan keunikan budayanya yang memikat.
Mengusung konsep Adventure Race, para peserta di tantang untuk menyelesaikan misi dengan sumber daya terbatas.
Memaksa mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal dan merasakan kehidupan di kawasan bersejarah.
Tak tanggung-tanggung, produksi ini melibatkan 98 orang kru, termasuk sutradara, produser, dan peserta dari berbagai negara.
Setelah rangkaian syuting berakhir, tim segera bergerak ke Kabupaten Ciamis untuk beristirahat.
Meninggalkan kesan mendalam bagi warga yang antusias menyaksikan proses produksi secara langsung.
“Ini adalah sebuah kebanggaan bagi Kota Banjar karena situs budaya kita bisa tampil di kancah internasional,” ujar Lusy Suciati, Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjar.
Ia juga menekankan bahwa ini adalah peluang besar untuk mempromosikan lokasi bersejarah tersebut ke dunia luar.
Daya Tarik Global Pulomajeti Kota Banjar
Sambutan positif juga datang dari pemerintah daerah. Camat Purwaharja, Rina Purnama Sari, yang hadir menyaksikan proses syuting, mengapresiasi perhatian global terhadap Pulomajeti.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena bisa mengangkat potensi daerah kami di mata dunia,” katanya.
Demi kelancaran dan keamanan, jajaran TNI dan Polri turut di kerahkan untuk mengamankan lokasi syuting.
Dinas Pendidikan Kota Banjar, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan pemuda setempat yang turut membantu menyambut tamu mancanegara, juga memberikan dukungan penuh.
Masyarakat setempat berharap momentum ini bisa berlanjut, agar semakin banyak situs bersejarah di Kota Banjar yang mendapat perhatian dunia.
Selain menjadi ajang promosi budaya, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga melalui sektor pariwisata dan industri kreatif lokal.
Dengan tersorotnya Pulomajeti di layar internasional, Kota Banjar semakin membuktikan bahwa warisan budayanya tidak hanya bernilai bagi masyarakat lokal.
Tetapi juga memiliki daya tarik global yang luar biasa. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
