Minggu, 24 Januari 2021
Minggu, 24 Januari 2021
 
 

Pupuk Bersubsidi Langka, Ini Pesan Ketua DPRD Ciamis Untuk Petani

Berita Ciamis, galuh.id – Tidak sedikit petani di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang mengeluhkan langkanya pupuk bersubsidi di pasaran Tatar Galuh ini.

Kelangkaan tersebut di petani Ciamis ini pun menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis.

Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana mengungkapkan, pihaknya melalui Komisi B sudah menggelar rapat kerja bersama Dinas Pertanian setempat.

Saat ini pihaknya masih menelusuri penyebab langkanya pupuk bersubsidi di petani Ciamis. Ia mewaspadai kalau permasalahan pupuk ini malah menjadi urusan bisnis.

”Kalau sudah menjadi urusan bisnis, berarti bergeser pada urusan keuntungan dan dagang,” kata Nanang, di Kantor DPRD Ciamis, Kamis (17/12/2020).

Mengajak Untuk Tidak Bergantung Pada Pupuk Bersubsidi

Persoalannya juga, lanjut dia, bukan lagi persoalan petani. Petani hanya akibat. Karena itu, ia mengajak para petani di Ciamis untuk tidak bergantung pada pupuk kimia bersubsidi.

Nanang menganjurkan para petani lebih baik membuat pupuk sendiri sehingga tidak selalu bersandar pada kebijakan pupuk bersubsidi.

“Anjuran saya kepada petani, sudahlah. Jangan bersandar kepada kebijakan pupuk ini. Lebih baik kita bikin pupuk sendiri. Dan banyak bahannya,” ucap Nanang.

Nanang pun mengajak para petani untuk belajar membuat pupuk sendiri. Karena menurut dia, hal itu lebih menguntungkan.

Selain itu, Nanang mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah satu pembina kelompok tani dan organisasi Gema Anker.

Nanang sudah memperkirakan kalau pupuk bersubsidi bakal langka di petani. Maka, petani yang ia bina sudah mampu menjual pupuk buatan sendiri.

“Saya sebagai pembimbing kelompok tani. Petani saya sudah tidak menggunakan pupuk-pupuk yang dijual para kapitalis. Kami menjual pupuk sendiri,” jelasnya.

Kelompok tani yang ia bina, menanam padi sudah tanpa pupuk bersubsidi. Tanpa Ponska, tanpa pupuk kimia buatan. Karena bagaimanapun, kata dia, itu merusak.

Oleh karena itu, pihaknya menganjurkan para petani untuk mandiri dengan memproduksi sendiri.

“Selama rakyat bisa mandiri, ngapain kita minta-minta. Dan insya alloh, kelompok petani yang saya bina bukan kelompok peminta-minta. Bukan pula tukang yang merengek-rengek pada kebijakan pemerintah,” pungkasnya. (GaluhID/Rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Loading...

Artikel Terkait

Tercantum di E-Form, Warga Ciamis Kecewa Tak Dapat BLT UMKM

Berita Ciamis, galuh.id - Penerima BLT UMKM warga Ciamis kecewa lantaran bantuan yang seharusnya diterima tidak cair. Padahal namanya tertera dalam e-form BRI. Nama Dodah...

Terkena Banjir, Lansia 90 Tahun di Banjarsari Ciamis Dievakuasi

Berita Ciamis, galuh.id - Hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (22/1/2021) sore menyebabkan sebagian wilayah Banjarsari Kabupaten Ciamis terkena banjir. Seperti halnya, Dusun Cibeureum RT...

Sampah di TPA Banjaranyar Ciamis Capai 12 Ton per Hari

Berita Ciamis, galuh.id - Sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Banjaranyar Ciamis setiap hari capai 12 ton. Sampah itu berasal dari perumahan...

Temukan Kami

48,108FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya