Minggu, 7 Maret 2021
Minggu, 7 Maret 2021
 
 

Shin Tae-yong Bernyanyi, Ada Apa Dengan PSSI?

Berita Olahraga, galuh.id – Perbedaan pendapat soal pemusatan latihan Timnas Indonesia antara pelatih Shin Tae-yong dan PSSI memunculkan kabar tak sedap.

Bahkan beberapa hari terakhir ini, pelatih asal Korea Selatan itu, beberapa kali mengeluarkan komentar mengenai timnas Indonesia dan PSSI, yang diungkapkannya di media negeri ginseng itu.

Dikutip dari kantor berita Korsel, Yonhap. Shin Tae-Yong mengutarakan keinginan agar timnas Indonesia dapat menjalani pemusatan latihan (TC) di negaranya.

Namun, PSSI berkeras bahwa TC harus dilaksanakan Indonesia, malahan mereka meminta Shin Tae-yong untuk sesegera mungkin ke Indonesia untuk kembali melatih.

Saat ini Shin Tae-yong memang tengah berada di negaranya sejak bulan April lalu karena mewabahnya virus Corona. Maka PSSI menstop berbagai kegiatan Timnas Indonesia.

Akan tetapi, Shin menolak untuk kembali ke Indonesia, menurut dia melihat grafik virus Corona di Indonesia yang tak kunjung melandai menjadi salah satu alasannya.

Shin Tae-yong Bernyanyi Soal PSSI

Usai tarik ulur terkait soal TC, dua hari kemudian atau pada Kamis (18/6), media daring Korsel JoongAng Ilbo dan Naver Sports memuat wawancara eksklusif dengan Shin Tae-yong.

Dalam wawancara tersebut, eks pemian timnas Korsel di Piala Dunia 2018 itu melontarkan beberapa kritik terhadap PSSI termasuk soa kebijakan yang berubah-ubah dan gaji yang terlambat.

“Saya merasa bahwa PSSI telah mengubah kebijakan mereka dan tidak lagi bersikap kooperatif. Saya tidak tahan lagi,” keluh pria kelahiran Yeongdeok, Gyeongbuk, Korea Selatan itu dalam wawancara tersebut.

Sepanjang wawancara, Shin awalnya menggambarkan kegembiraannya dalam menandatangani kontraknya dengan PSSI.

Dia merasa bahwa visi dan misinya dengan PSSI sama-sama berjalan demi mengembangkan tim nasional selangkah demi selangkah menuju kesuksesan.

Shin Tae-yong juga awalnya menerima dukungan penuh dan dukungan dari PSSI dalam urusan tim nasional.

Namun pada argumen lain, Shin menyebutkan tentang bagaimana PSSI membebani dia dan tim nasional dengan target tidak realistis yang dia rasakan berada di luar kemampuan tim nasional saat ini.

Shin Tae-yong merasa bahwa tim nasional harus berkembang secara bertahap sebelum meraih trofi, namun PSSI merasa bahwa kesuksesan harus dicapai dalam sekejap.

Untuk hal ini, Shin melontarkan pertanyaan, dimanakah posisi Indonesia di peringkat FIFA? Menurutnya ada salah satu pejabat PSSI menjawab pertanyaannya dengan nada yang kurang enak.

Terakhir, Shin Tae-yong menyuarakan kekecewaannya terhadap respons PSSI terhadap tindakan tidak disiplin yang dilakukan oleh mantan asistennya, Indra Sjafri.

Indra Sjafri Dikeluarkan Sebagai Asisten Pelatih

Hal ini berujung Indra dikeluarkan dari posisinya sebagai asisten Shin Tae-yong setelah meninggalkan kamp pelatihan tim nasional Indonesia U-19 di Thailand tanpa izinnya.

Namun alih-alih mendisiplinkan Indra, PSSI malah mempromosikan pelatih asal PAUDang itu sebagai direktur teknis baru Timnas Indonesia. Hal ini tentu saja membuat Shin kecewa.

Terlepas dari berbagai polemik yang dihadapinya dengan PSSI, Shin Tae-yong tetap bertekad untuk membawa tim nasional Indonesia berprestasi.

Namun, dia merasa hal ini tidaklah gampang, Shin membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk merealisasikan visi dan misinya.

“Saya bukan pesulap, saya memerlukan dukungan berbagai pihak. Saya tahu antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola begitu tinggi,” kata pria berusia 51 tahun itu.

”Jika suatu hari Indonesia mencapai kesuksesan, tentu saja semua akan berbahagia dan saya ingin berada ditengah-tengah kebahagiaan itu,” ucapnya menambahkan.

Sanggahan PSSI Terkait Nyanyian Shin Tae-yong

Dikutip dari laman resmi PSSI, Minggu (21/6), Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menuding Shin terlalu banyak bicara ke media.

“Dia ini sebenarnya banyak alasan saja. Karena tak yakin bisa memenuhi target tinggi yang dibebankan oleh PSSI kepadanya,” kata Indra Sjafri.

Bukan cuma itu saja, Indra Sjafri juga menyebut bahwa Shin bahkan  beberapa kali bersikap kurang etis dan seenaknya sendiri.

Disinggung soal indispliner yang dilontarkan Shin kepada Indra, pria yang mengorbitkan Evan Dimas enggan untuk mengomentari lebih jauh, dia memiliki alasan tertentu.

Menurutnya, sikap yang dianggap indispliner oleh Shin Tae-yong itu mengada-ada. Soalnya waktu itu dia harus sesegera mungkin menghadiri pesta pernikahan anak dari rekannya sesama pelatih, Rahmad Darmawan.

Bukan Indra Sjafri saja yang melontarkan sanggahan, PSSI sendiri tengah mengultimatum Shin untuk segera ke Indonesia.

PSSI memberikan waktu kepada Shin untuk kembali. Apabila tidak tepat waktu yang diberikan, maka bisa saja dipecat dari posisinya sebagai pelatih kepala.

Untuk menjaga hal buruk tersebut, PSSI kabarnya telah menyiapkan dua pelatih lokal. Pelatih tersebut yakni Indra Sjafri dan Fakhri Husaini untuk menggantikan Shin Tae-yong. (GaluhID/Dhi)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Izin Turnamen Piala Menpora 2021 Disetujui, Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan

Izin turnamen piala Menpora 2021 disetujui oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Hal itu setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, mengadakan...

Meski Liga Rehat, Stadion Galuh Ciamis Markas PSGC Tetap Terawat

Berita Olahraga, galuh.id - Stadion Galuh Ciamis, (Markas PSGC) tetap dalam kondisi terawat meski kompetisi liga sepak bola profesional Indonesia saat ini tengah rehat. Sejak...

PSKC Cimahi Berharap Kepastian Kompetisi di Kongres PSSI 2021

Info Liga 2, galuh.id - PSKC Cimahi berharap muncul kepastian kompetisi 2021 di kongres PSSI tahunan. Seperti kita ketahui, PSSI secara resmi membatalkan kompetisi Liga...

Temukan Kami

47,905FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya