Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

The Power of Emak-emak Ciamis Peduli Lombok

Galuh ID – Awalnya Ani Supiani, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ciamis berinisiatif berkunjung ke Lombok untuk membantu para korban gempa. Hal itu disampaikannya pada Kania Ernawati yang lebih dikenal sebagai istri Herdiat Sunarya, Bupati Terpilih Kabupaten Ciamis, Kania tertarik untuk ikut membantu.

Tak disangka beberapa teman mereka pun menyampaikan keinginannya untuk berkunjung ke Lombok, tentu saja bukan untuk liburan tetapi membantu para korban gempa. Jadilah Ani, Kania, Sri Rahayu Pamungkas dan Meti, empat perempuan yang sudah masuk kategori emak-emak dari Ciamis ini berkunjung bersama-sama ke Lombok pada tanggal 2 September 2018. Tepat setelah menonton Pertandingan PSGC Ciamis melawan Persikabo Bogor di Stadion Galuh Ciamis mereka langsung menuju Tangerang, tepatnya ke Bandara Soekarno Hatta untuk kemudian terbang ke Lombok.

Mereka datang ke Lombok tidak dengan tangan kosong, tetapi berbekal logistik yang dibutuhkan para korban dan uang tunai yang sebagian dirogoh dari kantong sendiri sementara sisanya berasal dari para donatur yang ikut menyumbang.

Ani Supiani dan kawan-kawannya menuju Desa Tenigu, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Di sana tercatat ada 1.100 rumah yang hancur, itu baru satu desa yang hancur. Di Lombok hampir satu kabupaten terkena dampak gempa.

“Berbeda sekali dengan Tsunami Pangandaran yang dampaknya hanya di pesisir pantai, di Lombok gempa merusak hampir seluruh kabupaten, bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa.” Ungkap Kania Ernawati.

Di Desa Tenigu mereka membagikan terpal, pembalut, peralatan mandi seperti sabun dan odol, deterjen, kebutuhan bayi seperti popok bayi, makanan bayi dan susu. Mereka juga membagikan mukena hingga permainan untuk anak-anak seperti ludo, puzzle, monopoli hingga buku dan pensil gambar. Anak-anak juga mendapatkan makanan ringan seperti snack dan coklat.

Menurut Ani Supiani yang terbiasa terjun ke lapangan membantu para korban bencana di wilayah Ciamis maupun daerah lain, para korban gempa Lombok sekarang ini membutuhkan toren air, kloset, terpal, alat-alat sekolah dan asupan gizi untuk ibu-ibu hamil.

“Sedih lihatnya, apalagi banyak sekolah juga yang rusak. Kasihan anak-anak nggak bisa sekolah, nggak bisa belajar dengan nyaman. Masjid juga banyak yang rusak sehingga aktivitas ibadah terganggu,” ungkap Ani.

Sementara itu, Kania Ernawati yang prihatin dengan kondisi para korban berharap agar dampak gempa di Lombok segera bisa diatasi.

“Semoga secepatnya bisa diatasi karena kasihan rumahnya pada rusak, mereka mengungsi ke tenda-tenda, gimana kalau hujan sedangkan banyak anak bayi di sini,” ungkap Kania Ernawati.

“Kalau lama-lama keadaannya begini, takutnya anak-anak banyak yang kena penyakit, karena tidur di luar kan bahaya,” lanjutnya.

Dirasakan sendiri oleh Ani dan kawan-kawannya bagaimana mereka yang tidur di hotel lantai tiga merasa was-was dengan adanya gempa susulan, hal itu membuat mereka susah tidur. Alhasil Ani dan kawan-kawannya meminum obat sebelum tidur agar bisa terlelap.

“Itu kondisi kita sebagai pengunjung aja was-was, bayangkan bagaimana traumanya para korban yang sekarang tidur di tenda-tenda,” tutur Ani.

Selain itu, usai membagikan bantuan yang diserahkan pada Posko Desa Tenigu, mereka mencoba mengisi waktu dengan berkunjung ke Pantai Senggigi, pantai yang terkenal di Lombok dan menjadi destinasi wisata favorit para turis. Tetapi bukannya jadi pengalaman menyenangkan, Pantai Senggigi yang indah itu kini sepi dan tidak berpenghuni sehingga kesannya jadi menyeramkan.

Setelah 4 hari di Lombok, emak-emak dari Ciamis ini, Kamis (06/09/2018) berencana pulang ke Ciamis, mereka membawa serta kenangan keprihatinan dan penderitaan korban gempa Lombok.

Kania Ernawati yang terenyuh dengan penderitaan para korban terutama anak-anak kemudian berencana mengadakan lelang untuk menggalang dana bagi korban gempa Lombok yang akan diadakan dalam waktu dekat. Kania ingin agar masyarakat Ciamis ikut prihatin dan merasakan penderitaan korban gempa Lombok dan terdorong untuk membantu mereka.

(K.P. Latief)

K Putu Latief
Menulis untuk kepuasan, mengedit untuk kebahagiaan.
Loading...
loading...

Artikel Terkait

Tahun Ajaran Baru 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Guru di Ciamis Keliling ke Rumah Siswa

Berita Ciamis, galuh.id - Tahun Ajaran Baru 2020 sudah dimulai Senin (13/7/2020), namun kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Ciamis Jawa Barat belum...

Kakek Terjatuh dari Jembatan di Bojong Ciamis, Meninggal di Tempat

Berita Ciamis, galuh.id - Seorang Kakek terjatuh dari jembatan di Bojong Cijeungjing Ciamis hingga menghembuskan nafas terakhirnya dengan tragis, Senin (13/7/2020).

Adaptasi Kebiasaan Baru Warga Ciamis Diminta Rajin Olahraga

Berita Ciamis, galuh.id - Adaptasi Kebiasaan Baru Warga masyarakat Ciamis diminta untuk rajin olahraga. Karena olahraga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan...

Temukan Kami

49,358FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.