oleh

Transformasi Posisi Bermain Joko Sasongko di PSGC Ciamis

 
 

Berita PSGC, galuh.id – Posisi bermain Joko Sasongko berubah sesuai kebutuhan, namun mantan pemain Timnas Indonesia itu mengaku tidak keberatan dengan pergantian posisi tersebut.

Transformasi posisi adalah sebuah hal lumrah dalam sepak bola. Langkah yang bisa dikatakan sebagai penghematan dibandingkan dengan membeli pemain baru. Namun sejatinya tranformasi posisi bukan sekadar langkah penghematan, ada hal-hal yang menjadi landasan mengapa tranformasi posisi harus dilakukan.

Perubahan posisi bermain memang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain karena cedera rekan setim, juga untuk taktik atau hanya untuk memanfaatkan kelebihan si pemain.

Beberapa pemain yang berlaga di Liga Indonesia 2019 baik di Liga 1 maupun Liga 2 memiliki kapasitas untuk bermain dilebih dari satu posisi.

Salah satunya adalah posisi bermain Joko Sasongko, pemain PSGC Ciamis yang bisa berperan sebagai penyerang, gelandang serang, atau winger. Namun selain posisi tersebut, pemain asal Boyolali itu juga ternyata piawai memainkan peran sebagai gelandang bertahan.

Ketika kedatangannya di Ciamis tahun 2016 lalu, Joko secara tradisional merupakan seorang gelandang. Namun, Pelatih Heri Rafni Kotari saat itu mulai memasangnya sebagai penyerang. Minimnya jumlah striker berkualitas untuk mengarungi kompetisi ISC B 2016 membuat tim pelatih Laskar Galuh harus memutar otak agar lini penyerangan mereka terlihat ganas.

Keputusan Heri Rafni Kotari sangat bermanfaat bagi pemain 29 tahun ini. Betapa tidak, ternyata dia bisa diandalkan dan memainkan peran kunci sebagai penyerang dengan mengemas 8 gol dalam penampilannya sepanjang musim dan menjadi top skor klub PSGC Ciamis.

Di musim keduanya bersama PSGC Ciamis di kompetisi Liga 2 2017, Joko kembali memperkuat skuad dan kembali pula dipasang menjadi penyerang oleh pelatih Carlos De Mello waktu itu.

Namun sayangnya, ia gagal mengulang penampilan impresifnya, sepanjang musim tidak banyak gol yang dicetaknya dan hanya mampu menyarangkan 5 gol, PSGC Ciamis pun harus turun kasta ke Liga 3 2018.

Di kompetisi Liga 3 2018, Joko menghilang tidak ada dalam skuad, karena memang terbentur oleh regulasi kompetisi yang hanya boleh memakai 3 pemain senior.

Joko kedapatan memperkuat Kalteng Putra di Liga 2 2018 padahal dirinya pun sebenarnya ingin kembali ke Ciamis, baru di musim sekarang 2019 Joko kembali memperkuat tim seiring PSGC Ciamis promosi ke Liga 2.

Di bawah arahan Pelatih Herrie Setiawan, Joko Sasongko kembali lagi dipasang menjadi penyerang, dia sangat produktif mencetak gol kala PSGC beruji tanding guna persiapan menjelang kompetisi Liga 2.

Namun, lagi-lagi penampilan impresifnya tidak muncul pada kompetisi sesungguhnya, akibatnya PSGC Ciamis tersungkur ke zona degradasi klasemen, dengan rekor 6 laga tanpa kemenangan dan Herrie Setiawan undur diri sebagai pelatih.

Heri Rafni Kotari pengganti sementara Herrie Setiawan, harus memutar otak agar PSGC bisa kembali ke jalur kemenangan, di sisa laga putaran pertama Liga 2 Joko masih dipercaya menjadi penyerang namun di laga pekan ke-11 lawan PSCS Cilacap, Joko Sasongko dipasang sebagai gelandang bertahan.

Di awal putaran kedua Liga 2 2019 melawan Persita Tangerang dan pergantian pelatih oleh Andri Wijaya, Joko Sasongko tampak memainkan peran sebagai gelandang bertahan dalam formasi 4-4-2 berlian.

Joko Sasongko sebagai holding midfielder begitu nyaman memerankan posisi barunya dengan range passing yang bagus dan bisa switch play dengan gampangnya.

Soal posisi, Joko Sasongko mengungkapkan bahwa ia tak masalah bermain di posisi yang berbeda. Walaupun selama ini biasanya, ia memang bermain sebagai penyerang dan waktu di timnas Indonesia dulu ia bermain sebagai gelandang serang atau winger.

“Mungkin ini baru pertama saya merasakan bermain sebagai gelandang bertahan, sebelumnya saya bermain sebagai striker, second striker atau pun winger, saya sudah merasakan dan alhamdullilah saya bisa cepat adaptasi jadi tidak ada masalah buat saya,” terangnya.

Mantan pemain Timnas Indonesia itu menambahkan bahwa sebenarnya posisi gelandang menjadi posisi favoritnya. Namun ia tidak akan keberatan ditempatkan di manapun. Asal menjadi kebutuhan tim, maka ia siap bermain di manapun.

“Selagi saya mampu, bisa dan kalau pelatih mau memainkan saya di posisi manapun, saya siap,” tegasnya.

Lebih lanjut, terkait apakah dia akan kembali dimainkan di posisi gelandang bertahan untuk pertandingan selanjutnya di putaran kedua Liga 2 2019, Joko Sasongko menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih yang lebih tahu untuk kebutuhan tim. (galuh.id/Allez)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA