Minggu, 25 September 2022
Minggu, 25 September 2022
More

    Wujudkan Zero Stunting,  DP2KBP3A Ciamis Lakukan Sejumlah Inovasi

    Berita Ciamis, Galuh.id – Wujudkan zero stunting tahun 2024, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis melakukan sejumlah inovasi.

    Inovasi tersebut salah satunya melaksanakan program Gerabah Stunting Manis (Gerakan Bersama Cegah Stunting Masyarakat Ciamis).

    Iklan

    Kepala DP2KBP3A Kabupaten Ciamis, Drs. Dian Budiana, M.Si. mengatakan, dalam upaya menangani permasalahan stunting, perlu adanya upaya preventif yang harus lebih maksimal, Jumat (23/9/2022).

    “Salah satunya dengan memberikan edukasi pra nikah kepada para calon pengantin yang akan berkeluarga,” ungkapnya.

    Stunting kata Dian, adalah kondisi yang timbul akibat kekurangan gizi berkepanjangan, yang berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak.

    Penjelasan sebagai kurangnya tinggi badan pada anak, stunting hanya dapat didiagnosa dengan membandingkan terhadap bagan tumbuh kembang yang sesuai standar.

    Iklan

    Menurut Dian, permasalahannya yaitu apabila melihat dari prevalensi stunting dalam 10 tahun terakhir, kesimpulannya bahwa stunting merupakan salahsatu masalah gizi terbesar pada bayi di Indonesia.

    Tujuan dari pernikahan adalah untuk memiliki keturunan ataupun anak. Agar memiliki anak yang cerdas dan sehat, tentunya sejak dalam kandungan calon bayi harus mendapat asupan nutrisi yang sehat.

    “Makanya salah satu upaya agar tidak terjadi kasus stunting, calon pengantin yang akan menikah terlebih dahulu mendapatkan edukasi, bagaimana membangun rumah tangga yang sehat,” ujar Dian.

    Wujudkan Zero Stunting Perlu Peran Semua Pihak

    Dalam wujudkan zero stunting ini, perlu peran semua pihak mulai dari pemerintah, swasta, media hingga masyarakat.

    Saat ini pihaknya terus melakukan pendataan kasus stunting, untuk menentukan skala prioritas.

    Gerabah stunting ini kita laksanakan dengan metode pentahelix, semua unsur menaruh perhatian untuk penanganan stunting di Kabupaten Ciamis.

    Ada sebanyak 20 Desa di Kabupaten Ciamis yang akan mendapatkan edukasi khusus cara pencegahan stunting.

    Data tersebut bisa terus berkurang jika penanganan stunting bisa berhasil kita laksanakan, sehingga target 2024 zero stunting mudah-mudahan tercapai,” ucap Dian.

    Dalam program Gerabah Stunting Manis ini, lanjut Dian, pihaknya menyertakan peran ulama untuk mengedukasi masyarakat.

    Dian menjelaskan bahwa Ulama adalah sosok yang dalam penokohannya oleh masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

    “Jadi nanti bisa memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terutama calon pengantin, seperti apa asupan gizi yang baik pra hamil, saat hamil dan melahirkan, termasuk memberikan makanan sehat selama 1000 hari kehidupan anak,” tuturnya.(GaluhId/Tony)

    Editor: Ardiansyah

    Iklan
    Loading...

    ARTIKEL TERKAIT

    Iklan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    spot_img

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    377PengikutMengikuti
    8,352PelangganBerlangganan