CIAMIS, galuh.id – Gelombang unjuk rasa besar-besaran kembali terjadi di pusat Kabupaten Ciamis hari ini. Ratusan massa yang tergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan menggelar aksi mahasiswa Ciamis tuntut evaluasi program MBG di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis, Senin (22/6/2026).
Langkah taktis ini diambil guna menyuarakan keresahan publik terkait stabilitas ekonomi daerah.
Aksi massa yang mengusung tema besar “Seruan Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Ciamis” ini digerakkan oleh aliansi besar. Gabungan aktivis tersebut terdiri dari KAMMI, HMI, PMII, IMM, serta Aliansi BEM Ciamis.
Sebelum mengepung gedung wakil rakyat, para peserta aksi terlebih dahulu berkumpul secara tertib di area Parkiran Polsek Ciamis.
Kemudian, massa melakukan long march menuju pusat orasi dengan mengibarkan bendera organisasi masing-masing. Sepanjang jalan, para orator bergantian membakar semangat peserta menggunakan pengeras suara.
Mereka menegaskan bahwa aksi mahasiswa Ciamis tuntut evaluasi program MBG ini murni lahir dari kegelisahan masyarakat bawah yang terdampak kebijakan baru nasional.
8 Tuntutan Utama Aksi Mahasiswa Ciamis Tuntut Evaluasi Program MBG
Dalam aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini, para demonstran membawa dokumen resmi. Dokumen tersebut berisi delapan poin tuntutan utama yang mendesak untuk segera direspons.
Salah satu poin yang paling krusial dalam aksi mahasiswa Ciamis tuntut evaluasi program MBG adalah transparansi anggaran negara.
Selain masalah Makan Bergizi Gratis, mahasiswa juga menyoroti efektivitas operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurut para aktivis, program ekonomi tersebut belum berjalan optimal di tingkat akar rumput.
Oleh karena itu, akuntabilitas setiap proyek strategis nasional yang masuk ke wilayah Ciamis harus diawasi secara ketat oleh legislatif.
Di sisi lain, perwakilan massa aksi menemui anggota dewan untuk memastikan aspirasi mereka dicatat secara resmi.
Melalui aksi mahasiswa Ciamis tuntut evaluasi program MBG, mereka berharap DPRD mampu menekan pihak eksekutif agar lebih peka terhadap kondisi pasar lokal.
Dampak Ekonomi Berdikari untuk Masyarakat Ciamis
Juru bicara aksi menegaskan bahwa kebijakan pusat seharusnya tidak mengesampingkan potensi wilayah. Melalui aksi mahasiswa Ciamis tuntut evaluasi program MBG, mereka mendesak pemanfaatan bahan baku dari petani lokal. Pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program.
Sementara itu, gejolak harga komoditas utama di pasar domestik memperparah beban hidup warga Ciamis.
Massa menilai, tanpa adanya kontribusi sosial yang nyata dari mitra penyelenggara, program baru ini justru berpotensi memicu ketimpangan ekonomi. Oleh sebab itu, pengawasan ketat dari instansi terkait mutlak diperlukan saat ini.
Persoalan ini memicu gelombang solidaritas yang semakin meluas dari berbagai elemen masyarakat sipil. Selain fokus pada ketahanan pangan, aksi mahasiswa Ciamis tuntut evaluasi program MBG juga membawa misi penyelamatan daya beli masyarakat.
Sorotan Tajam Terhadap Subsidi BBM dan Sektor Publik
Tidak hanya persoalan pangan, stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) ikut menjadi poin krusial yang didebatkan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, distribusi BBM bersubsidi dinilai masih sering salah sasaran.
Akibatnya, masyarakat berpenghasilan rendah sering kali kesulitan mendapatkan hak mereka secara adil.
Oleh karena itu, aksi mahasiswa Ciamis tuntut evaluasi program MBG ini bergerak linier dengan tuntutan pengetatan fungsi pengawasan distribusi energi.
Mahasiswa meminta pemerintah daerah melakukan inspeksi mendadak ke berbagai SPBU secara berkala. Langkah tegas ini dianggap mampu meminimalisasi praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Selanjutnya, sektor pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan juga tidak luput dari kritik tajam. Massa aksi menolak keras segala bentuk komersialisasi pendidikan yang memberatkan orang tua siswa.
Di samping itu, peningkatan alokasi anggaran serta kesejahteraan tenaga pendidik honorer di Ciamis wajib diprioritaskan.
Menolak Represi dan Menuntut Keadilan Sosial
Menjelang sore hari, eskalasi orasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Ciamis semakin dinamis namun tetap kondusif. Orator menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sampai ada komitmen tertulis dari pimpinan dewan.
Dalam aksi mahasiswa Ciamis tuntut evaluasi program MBG, isu pemberantasan korupsi dan premanisme lokal kembali digaungkan.
Selain itu, mereka menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk tindakan represi serta kriminalisasi terhadap aktivis.
Menurut mereka, ruang demokrasi harus tetap dibuka lebar tanpa ada rasa takut bagi masyarakat sipil. Pemerintah daerah diperingatkan untuk selalu bertanggung jawab atas setiap dampak sosial dari kebijakan yang diterbitkan.
Sebagai penutup, panitia mengajak seluruh warga Tatar Galuh untuk tetap mengawal isu ini secara konsisten. Keberhasilan aksi mahasiswa Ciamis tuntut evaluasi program MBG akan menjadi barometer penting bagi keadilan sosial di daerah.
Seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bersatu demi terwujudnya kebijakan publik yang transparan dan sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan rakyat. (Tegar/GaluhID)
