oleh

Belajar dari Rani: Jual Cireng di Ciamis Jadi Jutawan

 
 

Ciamis, galuh.id – Rani (24), seorang warga Cigembor Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis kini sukses jadi pengusaha cireng di Ciamis.

Awalnya ia berjualan kerang selama satu tahun, saat itu Rani berinovasi dengan membuat cireng isi hanya bermodalkan Rp 50 ribu. Namun, modal itu sekarang sudah menghasilkan omzet ratusan juta rupiah.

“Iya saat itu awalnya saya berjualan kerang selama setahun, namun saat kondisi usaha kerang sepi, saya langsung berpikir jualan apa lagi, di situ terpikir berjualan cireng, awalnya saya iseng membuat cireng namun beda dengan cireng yang sudah ada, cireng yang saya buat ada isinya seperti isi daging ayam, ati ayam, lemak sapi,” ujar Rani kepada Galuh ID, Minggu (21/7/2019).

Rani tak menyangka jualannya laku keras, padahal dirinya hanya berjualan cireng di gerobak, selain juga ia promosikan lewat Facebook. Cireng yang dibuatnya laku keras dan banyak diminati.

Setiap harinya Rani bisa menjual cireng yang dibuatnya tanpa tersisa. Rani menamai produknya dengan ‘Cireng Endol Surendol’ yang berarti cireng enak sekali.

“Cireng yang saya bikin laku dipasarkan di gerobak bekas jualan kerang, dan saya pasarkan pula lewat grup kuliner di Facebook, dari situ awal cireng yang saya buat mulai dikenal banyak orang, alhamdulilah semenjak itu usaha cireng saya terus meningkat,” katanya.

Rani mengaku sempat kekurangan modal ketika pelanggannya mulai banyak dan pesanan cireng mulai meningkat. Namun hal itu bisa ia atasi.

“Semakin banyak pesanan dari pelanggan, saya sempat kekurangan modal karena saat itu tak menyangka pesanan sangat banyak, namun alhamdulilah sejak ada tambahan modal, permintaan pelanggan terpenuhi,” ucapnya.

Kini ibu satu anak ini berhasil menjual cirengnya sampai ke berbagai daerah, bahkan bisa sampai ke Jawa Tengan, Jawa Timur, Tangerang, dan Jakarta.

“Sempat juga kena tipu, karena terlalu percaya sama orang. Kirim terus cireng, si pembeli itu selalu mengirim struk bukti transfer, nggak saya cek, ternyata uang tidak pernah masuk tapi cireng dikirim terus,” ungkap Rani.

Walau begitu, Rani mengaku selalu belajar dari pengalamannya selama ini. Kesuksesan yang ia raih tidak datang begitu saja.

“Semuanya jadi pengalaman berharga dan diambil hikmahnya saja, sekarang jumlah karyawan sudah ada 90 orang dan per Minggu paling sedikit untuk bayar gaji karyawan saja 23 juta rupiah, semuanya disyukuri saja,” pungkasnya. (galuh.id/Arul)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA