Dua Anak Meninggal Dunia di Sungai Kayuputih Banjarsari

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Banjarsari, galuh.id – Hilmi dan Arjun yang masih duduk di bangku sekolah SD meninggal dunia pada saat berenang di sungai Kayuputih Banjarsari, tepatnya di Kedungmalang di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis, Pukul 09.00 WIB (27/01/2019).

Hilmi tercatat sebagai siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cibadak kelas 6 dan Arjun merupakan siswa Sekolah Dasar (SD) 1 Cibadak kelas 6, keduanya merupakan warga RT 33 RW 08 Dusun Cibeureum Desa Cibadak Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis.

Emas Kurniasih selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Banjarsari menyampaikan di lokasi kejadian bahwa Arjun dan Hilmi merupakan anak yang kesehariannya sudah terbiasa bermain di sungai tersebut.

Menurut keterangan Emas, Hilmi loncat dari batu, saat sampai ke dasar sungai kepala Hilmi terkena batu di dasar sungai, saat itu Arjun melihat Hilmi tenggelam, ia mencoba menolong Hilmi, namun karena Arjun tidak bisa berenang, ia pun ikut tenggelam.

- Advertisement -

“Temannya yang lain berusaha untuk menemukan Arjun dan Hilmi yang tenggelam dan keduanya bisa ditemukan lalu kemudian berusaha diberikan pertolongan pertama dengan menekan dada kedua korban,” kata Emas saat dihubungi lewat telepon.

Tak lama kemudian kedua korban tersebut dibawa ke Puskesmas Banjarsari untuk dilakukan pemerikasaan, namun naas kedua korban tersebut dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kedua jenazah korban tenggelam di sungai Kayuputih Banjarsari tersebut telah dibawa ke rumah korban untuk dimakamkan, “semoga kedua korban tersebut diterima disisi alloh SWT dan keluarganya diberi ketabahan,” pungkas Emas.

(Arul)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Potret Tradisi Babarit Desa Ciulu Ciamis; Menguak Makna Syukuran Suro yang Memikat Perhatian

Perayaan tradisi babarit Desa Ciulu Ciamis yang digelar pada bulan Muharam ini mengekspresikan rasa syukur masyarakat melalui doa dan makan bersama. Acara ini mempererat hubungan sosial, melibatkan aktivisme pemuda, dan melestarikan budaya lokal. Dengan kehadiran seni pertunjukan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjaga identitas budaya dan kohesi sosial.

Artikel Terkait