Minggu, 25 September 2022
Minggu, 25 September 2022
More

    Dua Mata Pembangunan Manusia Indonesia

    Perjalanan Indonesia menjadi sebuah Negara sudah mengalami berbagai dinamika yang sulit. Pendidikan yang diberikan pada masa penjajahan menanamkan beberapa sikap yang tidak begitu bermakna dalam pembentukan karakter bangsa Indonesia.

    Warga Indonesia cenderung mengikuti budaya Belanda yang sedikit banyak melekat menjadi sebuah perilaku sosial diantaranya hidup konsumtif, bermental pegawai, tidak jujur, serta berorientasi pada kekuasaan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa Indonesia untuk menciptakan pribadi-pribadi yang mempunyai integritas dan profesioal.

    Iklan

    Pembangunan karakter bangsa Indonesia pada faktanya belum menjadi hal yang penting bagi negara. Terlihat dari perjalanan dan pergantian kekuasaan masih saja belum ada bukti yang kongkrit bagi pengembangan sumber daya manusia.

    Menurut data yang di riset oleh tim CNBC Indonesia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2021 masih pada peringkat 107 dari 189 negara yang ikut dalam naungan organisasi PBB yakni United Nations Development Programme (UNDP).

    Hal yang cukup mengkhawatirkan juga terjadi di tingkat Asean yang menunjukan IPM Indonesia berada pada peringkat 5. Kalah dari Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand.  

    Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Indonesia, mengingat sumber daya alam yang ada di negeri ini sangat kaya dan perlu SDM yang mumpuni untuk mengelola kekayaannya dengan mandiri.  

    Iklan

    Ada dua masalah yang perlu diselesaikan dalam pembangunan SDM di Indonesia. Pertama adalah terkait integritas, hal ini nantinya berkaitan dengan pembangunan karakter setiap individu yang didorong menjadi manusia-manusia yang mempunyai keluhuran budi pekerti sesuai nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia.

    Kedua adalah tentang profesionalitas, yang nantinya akan berkaitan dengan pembangunan kompetensi-kompetensi setiap individu dalam menguasai berbagai ilmu sehingga terciptanya keunggulan SDM.

    Fokus dua hal ini setidaknya menjadi upaya yang harus diimplementasikan oleh negara dalam memperbaiki SDM bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

    Pembangunan Integritas SDM

    Jika mengamati fenomena kehidupan sehari-hari, pemberitaan dimana-mana, dan kejadian-kejadian kemanusiaan silih berganti, Indonesia masih banyak mengalami berbagai permasalahan.

    Tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang mulai dari tingkat penguasa sampai rakyat kecil kerapkali terjadi. Seperti tindakan kriminal pencurian, penipuan, korupsi, suap, pemberontakan, bahkan pembunuhan.

    Tentunya kondisi ini sangat miris, karena jika permasalahan ini terus menerus terjadi, maka Indonesia tidak akan pernah selesai dengan masalah rumah tangganya sendiri. Terlalu banyak energi yang dihabiskan pada sub-sub masalah yang tidak terlalu substasial.

    Masih cenderung latah dalam menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi, dan belum cukup dewasa dalam menyelesaikannya. Pada akhirnya manusia yang ada di Indonesia belum mampu untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa yang cita-citanya sangat tinggi sekali yakni menjadi negara maju.

    Kondisi seperti ini sebenarnya tanggung jawab siapa? Pertanyaan ini adalah untuk menunjuk diri kita sendiri sebagai manusia yang tinggal di Indonesia. Apakah kita sebagai warga negara Indonesia benar-benar berkomitmen pada kemajuan bangsa ini.

    Sebagai warga, perlu menjadi sebuah komitmen bersama untuk saling mengingatkan dan mengajak yang lainnya untuk berperilaku baik supaya menjauhi hal-hal yang tidak semestinya dilakukan.

    Negara perlu hadir dalam upaya memperbaiki integritas SDM ini. Antara lain ekonomi warganya yang kian terus berdaya, akses pendidikan yang mudah, dan harapan hidup yang tinggi bagi warganya. Sub-sub kehidupan ini yang perlu negara penuhi untuk mencapai moralitas yang baik dan keseimbangan bagi pembangunan integritas SDM indonesia.

    Sebenarnya sudah lama pembahasan tentang aturan pendidikan yang berbasis  pendidikan karakter. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menjelaskan fungsi Pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; dan tujuan pendidikan nasional untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

    Namun yang belum hadir adalah bukti kongkrit pemerintah untuk memperbaiki kondisi SDM warga Indonesia. Bijaknya, pemerintah perlu fokus dalam membangkan integritas SDM ini. Mengingat bahwa, integritas adalah modal yang sangat mahal dalam suatu bangsa untuk membuktikan bahwa moralitas masyarakat Indonesia sangat berbudi luhur.

    Jauh dari sikap-sikap menyimpang dan mampu menjadi contoh bagi sesama sehingga menjadi sebuah budaya yang melekat yang di implementasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik melakukan praktik kebijakan, praktik ekonomi, serta bersosial secara umum.

    Membangun Profesionalitas SDM

    Permasalahan Indonesia juga adalah tentang kurangnya kualitas SDM dalam berbagai aspek baik dari teknologi, pengetahuan, dan skill. Bisa jadi ini menjadi efek dari lelahnya bangsa Indonesia yang terus menerus hanya memikirkan permasalahan internal.

    Sehingga lupa bahwa Indonesia sudah ketinggalan jauh dari negara lain tentang skill, penguasaan tekonologi informasi, dan kemajuan ilmu pengetahuan lainnya. Hal ini menjadi tanda bahwa memang Indonesia belum siap untuk bersaing di dunia internasional dan bersanding dengan negara-negara lain.

    Pemenuhan kompetensi bagi setiap warga negara adalah hal penting yang perlu dilakukan oleh negara. Negara harus memfasilitasi berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang terciptanya SDM yang handal. Anggaran negara untuk pemenuhan kompetensi ini perlu diprioritaskan.

    Sehingga negara benar-benar hadir untuk meningkatkan kulitas SDM yang berdaya guna. Pelatihan-pelatihan tentang peningkatan kualitas SDM perlu di semarakan pada setiap elemen baik masyarakat, siswa-mahasiswa, dan ASN. Pelatihan ini diperlukan untuk meninjau proses peningkatan kualitas SDM secara terukur dan tepat sasaran. Karena jika pelatihan dikelola dengan baik maka akan menghasilkan output dan outcome yang sangat menguntungkan bagi bangsa.  

    Jika mengacu pada teori yang digagas oleh Adam Smith, bahwa perlu ada spesialisasi untuk mengawali pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dalam spesialisasi ada sebuah pembagian kerja yang menghasilkan sebuah produktivitas dari tenaga kerja.

    Artinya SDM dipaksa untuk memiliki kompetensi, keahlian, dan fokus garapan tertentu yang nantinya akan menjadi kebutuhan dari negara untuk menuju pada peningkatan ekonomi maju. Hal ini penting dilakukan sebagai modal SDM berupa skill yang terarah dan implementasinya digunakan menjadi bahan yang setiap waktu bisa di evaluasi secara intensif.

    Kesimpulan

    Dari paparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pembangunan manusia atau SDM menjadi sangat penting untuk dijadikan prioritas kebijakan bangsa.

    Ada dua aspek yang diperlu diperhatikan oleh bangsa yakni pembangunan integritas SDM, hal ini berkaitan dengan terwujudnya SDM yang berperilaku baik sehingga bisa menghindarkan diri dari jiwa-jiwa yang menyimpang seperti korupsi yang kerapkali terjadi dan merugikan bangsa.

    Sementara yang kedua adalah pembangunan profesionalitas SDM, hal ini guna terwujudnya SDM yang mempunyai kompetensi secara unggul baik penguasaan teknologi informasi maupun ilmu pengetahuan lainnya yang seiring perkembangan zaman terus berubah secara cepat dan tidak mungkin bisa terhindarkan. ***

    Penulis: Ence Sofyan (Lazismu Kabupaten Ciamis)

    Iklan
    Loading...

    ARTIKEL TERKAIT

    Iklan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    spot_img

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    377PengikutMengikuti
    8,352PelangganBerlangganan