Guru Belum Divaksin di Ciamis Tak Boleh Mengajar

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Ciamis, galuh.id – Kepala Disdik Ciamis Asep Saeful Rahmat, menyampaikan guru belum divaksin dilarang mengajar.

Menurutnya, uji coba pembelajaran tatap muka sudah sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Yaitu terkait keharusan semua sekolah membuka Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka pada Juli 2021.

“Tenaga pengajar yang belum menjalani vaksin tidak boleh mengajar. Hal itu saat uji coba PBM tatap muka pada bulan ramadhan minggu kedua,” ujar Asep, Rabu (14/4/2021).

- Advertisement -

Lanjutnya, guru yang berasal dari zona merah pun tidak boleh mengajar tatap muka. Hal ini takutnya terkena Covid-19 dan menularkan pada siswa.

Larangan mengajar bagi guru yang belum vaksin serta yang berasal dari zona merah. Kata Asep, sesuai aturan pemerintah pada saat pandemi Covid-19.

“Tenaga pengajar saat ini masih belum tuntas menjalani vaksinasi. Masih ada guru yang belum vaksin,” ucapnya.

Terkait jumlah tenaga pengajar yang sudah menjalani vaksinasi. Hal itu ia mengaku belum tahu secara jelas karena data tersebut masih di Dinas Kesehatan Ciamis.

- Advertisement -

Dinas Pendidikan kata Asep akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar mengetahui secara pasti jumlah guru yang telah suntik vaksin.

“Disdik akan langsung koordinasi dengan pihak Dinkes. Agar kita tahu jumlah guru yang telah mengikuti vaksinasi Covid-19,” ucapnya.

Asep berharap pembelajaran tatap muka sekolah Ciamis pada minggu kedua bulan ramadhan nanti bisa berjalan dengan baik. Serta tidak ada halangan apapun. (GaluhID/Aldi)

Editor : Evi

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Disdik Ciamis Buka Suara Soal Dinamika SPMB 2026, Tegaskan Proses Tetap Transparan

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Ciamis telah selesai dengan baik. Dinas Pendidikan Ciamis memastikan proses berjalan aman dan sesuai aturan. Keterisian peserta didik mencapai 60,27% di SD dan 79,24% di SMP. Evaluasi akan dilakukan untuk penyempurnaan sistem di tahun berikutnya.

Artikel Terkait