Kamis, 1 Desember 2022
Kamis, 1 Desember 2022
More

    Harga Cabe Rawit Mahal, Pedagang Seblak di Ciamis Menjerit

    Ciamis, galuh.id – Mahalnya cabe rawit merah hingga 50% berpengaruh terhadap penjualan seblak di Ciamis. Pasalnya cabe rawit merupakan salah satu bahan baku seblak. 

    “Saat ini harga cabe rawit sangat mahal biasanya harga normal 50-60 ribu, sekarang jadi 100 ribu. Kondisi ini sangat berat bagi saya, biasanya perhari membeli 1 Kg, karena mahal jadi 1/2 Kg per hari,” kata Ari salah seorang penjual seblak di Ciamis, Jum’at (19/7/2019).

    Iklan

    Walaupun harga cabe rawit mahal, namun Ari mengaku tidak mengurangi takaran cabe dan tidak juga menaikan harga seblak.

    “Saya tetap menjaga kualitas rasa dan harga yang terjangkau bagi konsumen,” kata Ari.

    Menurutnya, dengan kenaikan harga cabe rawit, keuntungan dirinya dari berjualan pun jadi turun. Belum lagi ditambah biaya operasional yang harus dikeluarkan Ari setiap harinya.

    “Bagi saya selaku pedagang seblak dengan harga cabe rawit yang sangat mahal berdampak pada keuntungan yang didapatkan, semoga harga cabe rawit segera kembali normal karena bagi saya kondisi ini sangat berat,” tuturnya.

    Iklan

    Hal senada dikeluhkan oleh Cicih warga Cijeungjing, harga cabe rawit yang saat ini mahal membuatnya mengurangi konsumsi cabe rawit, padahal dirinya setiap hari membutuhkan cabe rawit untuk memasak.

    “Dengan harga yang sangat mahal saya jadi mengurangi konsumsi cabe rawit, padahal setiap hari saya memasak selalu ada cabe rawitnya, karena keluarga saya suka pedas, dengan kondisi harga cabe rawit mahal ya saya kurangi dulu nunggu harga normal lagi,” paparnya.

    Sementara Rani pedagang sayuran  di Pasar Subuh Ciamis, mengatakan, kondisi musim kemarau yang berkepanjangan diduga berpengaruh terhadap harga cabe rawit merah.

    “Sudah seminggu ke belakang harga cabe rawit merah naik dari semula harga normal 50-60 ribu per kg sekarang jadi 100 ribu per kg, mungkin akibat musim kemarau yang berkepanjangan sehingga panen petani cabe rawit menurun, terkendala cuaca,” kata Rani. (galuh.id/Arul)

    Iklan

    ARTIKEL TERKAIT

    Iklan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

     
     

    TEMUKAN KAMI

    185,512FansSuka
    41,532PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    384PengikutMengikuti
    6,452PelangganBerlangganan