Senin, 27 September 2021
Senin, 27 September 2021

Hasil Evaluasi, Kasus Covid-19 di Ciamis Melonjak Pasca Lebaran

Berita Ciamis, galuh.id – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menggelar rakor dalam rangka meningkatkan kinerja pemda dan mengevaluasi penanganan Covid-19 di Ciamis.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memimpin langsung rapat tersebut didampingi Wabup Yana D Putra, Sekda H. Tatang dan para Asisten Daerah.

Seluruh Kepala SKPD lingkup pemkab Ciamis dan para Camat mengikuti rakor yang bertempat di Aula Setda Ciamis, Senin (31/5/2021).

Membuka rapat, Herdiat menyampaikan perkembangan Covid-19 di Ciamis saat ini cukup tinggi dan mengalami lonjakan pasca lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Menurutnya, sejak jauh hari sudah terprediksi akan terjadi lonjakan yang luar biasa pasca lebaran. “Ternyata prediksi kita hampir benar,” ucapnya.

Hal itu terbukti dengan adanya beberapa daerah yang konfirmasi positifnya melonjak luar biasa. Seperti Kecamatan Rancah, Sukadana dan daerah lainnya.

Herdiat menuturkan, berdasarkan data terdapat 33 pegawai puskesmas yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan Rancah.

Sementara untuk angka kematian di Kabupaten Ciamis juga cukup tinggi, yakni sebanyak 212 orang.
Berada di posisi kedua tingkat Jabar setelah Tasikmalaya.

Oleh karena itu, Herdiat pun mengingatkan kepada masyarakat agar tidak lengah dan tidak boleh abai terhadap protokol kesehatan.

Menurut pengamatannya, sebagian orang sudah mulai abai dengan prokes. Orang yang memakai masker sudah mulai berkurang. Begitu pun dengan kerumunan.

Ia mengintruksikan ke seluruh Camat dan ASN di Ciamis agar tidak bosan mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk tetap mempedomani prokes.

“Saya harap semua kompak memperketat lagi prokes. Terutama di tingkat kecamatan dan desa,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan terkait perizinan, rekomendasi liburan dan area wisata untuk lebih diperhatikan dan evaluasi, terutama yang berada di zona risiko.

Menurutnya, hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang baru mulai.

“Kita memberikan izin untuk membuka PTM dengan pembatasan-pembatasan tertentu, terutama untuk kecamatan dan desa yang berada di zona hijau,” pungkasnya. (GaluhID/Evi)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
276PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan