oleh

Awalnya Iseng, Ibu Muda di Ciamis Sukses Bisnis Jajanan Kue Khas Sunda

 
 

Ciamis, galuh.id – Awalnya iseng, ditekuni serius dan kini ngetop. Itulah kisah Ny Nungky yang merintis UKM makanan olahan asal Sindangrasa Ciamis Jawa Barat. Bagi pengemar jajanan di Ciamis terutama yang eksis di medsos, pasti mengenal Karoehoen yang sukses menjajakan kue khas Sunda seperti kue cucurnya (cuhcur-Sunda) dan onde-onde.

Tapi kini produk Karoehoen bertambah lagi, bukan hanya menjual dua jajanan andalan. Ada 6 jenis makanan khas Sunda yang terbilang sudah buhun. Misalnya dadar gulung dan comro.

“Sesuai namanya Karoehoen diambil dari keahlian nenek saya yang pinter bikin cuhcur. Saat masih gadis saya suka memperhatikan nenek membuat cucur lalu dijajakan di pasar Kawali, Cucur buatan nenek itu rasanya enak banget kering di luar tapi basah di dalam. Disimpen dua hari juga masih tetap enak tidak gaaleun,” kata Nungky yang di medsos dikenal dengan Aulia Azzahra.

“Kalau Aulia itu nama anak perempuan saya satu-satunya,” jelasnya.

Sebenarnya usaha bikin cucur sudah dirintis sejak 2013 lalu, namun baru digencarkan pada 2016 sejak pindah tempat tinggal dari Kota Banjar ke Ciamis. Nungky melihat pasar Ciamis lebih menjanjikan, apalagi para pecinta kuliner Ciamis selalu eksis di media sosial. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya unggahan foto makanan di Facebook, misalnya di Grup Kukis.

“Awalnya saya iseng posting gambar cucur di grup Wiskul Ciamis, hari itu juga yang ngelike dan komentar banyak pisan, mereka pesen, tapi hari itu saya belum siap barang, esok harinya baru bisa bikin,” katanya.

Awalnya Nungky hanya bikin satu kilogram adonan. Bahannya tepung beras kualitas bagus, gula aren, minyak kelapa, tanpa pengawet. Bahan itu hanya jadi cucur sekitar 100 biji. Baru sejam dipsoting sudah ludes dipesan. Karena responnya sangat positif, Nungky menambah lagi adonan menjadi 2 kilogram, dan sore harinya juga sudah ludes terjual.

Testimoni pelanggan pun menggembirakan, itu yang memompa semangat Nungky untuk terus meningkatkan jumlah produksinya. Tapi apa daya, bikin adonan 5 kilogram tak bisa semua dikerjakan, Maklum bikin cucur sendiri. Satu cucur bisa makan waktu 4-5 menit sementara pelanggan menuntut agar pesanan diantar cepat.

“Ya kendalanya adalah tenaga kerja, untuk rekrut karyawan tak mudah, bikin cucur itu gampang-gampang susah perlu ketekunan dan keahlian khusus,” katanya.

Agar pelanggan banyak pilihan, Nungky mencoba membuat onde-onde. Bikin onde-onde tak seruwet bikin kue cucur, tapi untuk menghasilkan cita rasa sempurna perlu juga resep dan cara memasaknya dengan benar.

Misalnya suhu panas kompor dan bahan-bahannya harus yang bagus. Salah resep saja bisa gagal, misalnya kalau pakai tepung ketan biasa bukan rose brand hasilnya akan beda. Alhasil kue onde-onde bikinan Nungky bisa diterima oleh pasar. Jadi para pemesan di grup Wiskul Ciamis pesan sekaligus cucur dan onde.

“Harganya pun murah pisan satu box Rp 10 ribu,” katanya.

Dikisahkan, geliat usaha Cuhcur dan Onde-onde bermula dari kekecewaannya saat ingin menyantap makanan buhun. Browsing dan ngintip di medsos tak ada yang menjual makanan khas. Yang banyak justru menawarkan makanan pitza, sosis, dan bakso.

“Sementara orang sekarang mulai kembali ke makanan buhun, coba saja jualan comro, cireng, beledag kan laku,” tandasnya.

Ternyata pangsa pasar makanan buhun itu terbuka lebar, makanya Nungky bertekad untuk mengkreasikan sendiri kue mungil berbentuk bulat dan cucur khas Sunda tersebut. Bahkan sejumlah pejabat di Ciamis pun memesan kue-kue khsa Sunda buatan Nungky.

Karena memiliki bakat dan hobi, Nungky yang dibantu suaminya berhasil mengembangkan usaha kue khas Sunda. Alhasil, pasutri ini pun mulai menggeluti usaha bertajuk Cuhcur dan Onde-onde dengan brand Karoehoen.

Nungky yakin kue tradisional seperti cuhcur dan onde-onde masih memiliki tempat di lidah orang Indonesia, apalagi jika diberi sedikit modifikasi dan dipasarkan secara online sehingga tampil lebih modern.

Karena sudah mengantongi formula rahasia, onde dan cuhcur Karoehon masih bertahan sampai saat ini. Pelanggan masih tetap setiap melakukan repeat order. Agar tak jenuh, Karoehoen mengembangkan beberapa varian rasa dan menambah produk buhun. Seperti pisang molen, ulen dan lain-lain. Bahkan kini Nungky sedang merintis usaha snack boks dengan menawarkan harga murah tapi kulitas nomor satu.

Nungky pun bekerjasama dengan rekan-rekannya sesama pebisnis kuliner yang eksis di Wisata Kuliner Ciamis untuk memasarkan produk buhun. “Alhamdulilah untuk pengadaan barang selalu siap karena temen-temen sering bantu, kalau bikin snack barang yang nggak ada di saya minta ke orang lain, tapi dengan syarat rasanya harus enak,” katanya.

Nungky berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis bisa melirik UKM makanan olahan untuk memfasilitasi atau memberikan kemudahan seperti pembinaan cara membuat kemasan, permodalan dan membantu promosi. “Tapi selama ini saya belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah,” tandasnya. (galuh.id/Auliyeh)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA