Rabu, 14 April 2021
Rabu, 14 April 2021
BJB

Inovasi Disidik Ciamis Raih Penghargaan Top 32 KIJB 2020

Berita Ciamis, galuh.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis berhasil mendapatkan penghargaan Top 32 dalam Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) tahun 2020.

Penyerahan piagam penghargaan tersebut oleh Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja kepada Wabup Ciamis Yana D Putra, di Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (15/12/2020).

KIJB sendiri merupakan ajang kompetisi tahunan, penyelenggaranya adalah pemprov Jabar untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di Jawa Barat.

Penilaian dalam kompetisi itu yakni karya berupa inisiatif dalam bentuk pembaharuan. Lalu perekayasaan, adopsi dan modifikasi, serta replikasi. Sehingga menjadi inovasi Jabar berskala nasional.

Ketua penyelenggara sekaligus Kepala Biro Organisasi Setda Jabar, Asep Sukmana, melaporkan proposal yang masuk untuk kegiatan KIJB 2020 adalah sebanyak 179 proposal.

Pihaknya pun telah melaksanakan beberapa penilaian di dalam kompetisi ini. Seperti penilaian administratif, substansi proposal, wawancara dan kunjungan lapangan.

“Penilaian satu inovasi dengan inovasi lain sangat ketat. Hingga kami kesulitan memilih 32 yang terbaik,” katanya.

KIJB 2020 Motivasi Untuk Terus Berkarya

Sementara itu, Wagub Jabar Uu Rhuzanul Ulum menuturkan bahwa inovasi atau perubahan ke arah yang lebih baik sudah menjadi visi dari pemerintah provinsi Jawa Barat.

”Yaitu Jabar juara lahir bathin. Dengan inovasi, kolaborasi dan digitalisasi,” ucapnya.

Kompetisi tersebut bertujuan memberikan semangat untuk terus berkarya dan berinovasi. Dengan adanya penghargaan, pihaknya yakin akan ada motivasi di masa yang akan datang.

Atas nama pemprov Jabar, Uu pun menyampaikan terima kasih dan mengucapkan selamat kepada para peraih penghargaan top 32 Kompetisi Inovasi Jabar tahun 2020.

“Terima kasih kepada seluruh Bupati dan Walikota. Juga para Kepala Dinas yang telah melakukan perubahan – perubahan dan inovasi ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Menurutnya, inovasi adalah suatu keharusan di jaman globalisasi. Apabila tak ada inovasi dan perubahan ke arah yang lebih baik, maka akan mengalami ketertinggalan.

“Kita khawatir. Jika pemerintah tidak berinovasi, maka oleh masyarakat keberadaanya tidak dipentingkan lagi. Kecuali hanya legalitas saja,” pungkas Uu. (GaluhID/Evi)

 
 
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,739FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya