Kantor BPBD Ciamis Ditutup, 61 Pegawai Jalani Test Swab

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Ciamis, galuh.id – Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Ciamis, Jawa Barat ditutup. Penutupan ini karena ada salah satu pegawainya terkonfirmasi Covid-19.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Ciamis, Memet Hikmat, menyampaikan sebanyak 61 orang pegawai menjalani tes swab.

Sebab, sebelumnya mereka sempat kontak erat dengan seorang pegawai yang terkonfirmasi positif.

“Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Ciamis yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dan saat ini Kalak sedang menjalani isolasi mandiri,” ucap Memet, Kamis (25/6/2021).

- Advertisement -

Lanjut Memet, 61 pegawai tersebut terdiri dari 30 orang Pusdalops dan 31 orang yang bekerja di kantor. Mereka semua kontak erat dengan Kalak BPBD Ciamis.

Karena adanya pegawai yang positif Covid-19, maka pelayanan Kantor BPBD Ciamis tutup selama 3 hari, terhitung dari mulai tanggal 24 sampai dengan 27 Juni 2021.

“Pelayanan kantor tutup sementara. Karena kami juga harus isolasi mandiri dulu sebelum hasil swab tes keluar,” ucap Memet.

Sehubungan para pegawai masih isolasi mandiri, maka penyemprotan desinfektan yang setiap hari pihaknya lakukan pun terpaksa harus berhenti untuk sementara.

- Advertisement -

“Petugasnya juga kan lagi isolasi mandiri, jadi tidak bisa melakukan penyemprotan desinfektan kepada masyarakat,” jelas Memet.

Pihaknya pun meminta maaf atas tutupnya pelayanan dan berdoa agar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis bisa segera pulih dan kembali beraktivitas lagi.

“Mudah-mudahan kami semua hasil testnya negatif. Jadi, bisa kembali beraktivitas. Kemudian, Pak Kalak BPBD Ciamis juga bisa segera pulih,” pungkasnya. (GaluhID/Aldi)

Editor : Evi

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Tak Sekadar KB, Pengendalian Penduduk Jadi Strategi Membangun Ciamis yang Lebih Maju

Pembangunan daerah di Kabupaten Ciamis tak hanya bergantung pada ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada pengendalian penduduk. Menurut dr. Yoyo, pengendalian penduduk merupakan investasi jangka panjang yang mendukung kualitas hidup masyarakat. Edukasi serta perencanaan keluarga yang baik diyakini dapat melahirkan generasi unggul dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Artikel Terkait