Senin, 18 Oktober 2021 | 23:52
Senin, 18 Oktober 2021
More
    BJB

    Kenapa Klepon Tidak Islami? Benarkah Kue ini Tak Halal?

    Oleh :

    Kenapa Klepon tidak Islami? Pertanyaan tersebut kini banyak muncul setelah kue jajanan pasar yang disukai banyak orang ini mendadak menjadi viral.

    Berawal dari unggahan sebuah meme klepon diberi narasi ‘kue klepon tidak Islami’ sembari mengajak membeli aneka produk kurma.

    Belum jelas identitas dan lokasi dari si pembuat meme tersebut. Hanya tertera nama Abu Ikhwan Aziz di dalam gambar.

    Baca Juga: Viral Kue Klepon Tidak Islami, Ini Awal Mulanya

    Apakah si pembuat gambar dengan tulisan klepon tidak Islami itu seorang pengusaha makanan? Hal ini pun belum terjawab dengan pasti.

    Bisa jadi meme yang disebarluaskan di media sosial ini merupakan gambar yang digunakan sebagai ajang promosi.

    Namun unggahan itu berhasil membuat warganet bertanya-tanya. Banyak yang masih mencari tahu alasan mengapa kue Klepon disebut tak Islami.

    Kenapa Klepon Tidak Islami?

    Sejak diunggahnya meme tersebut, masyarakat kini ramai membicarakan tentang kue Klepon. Kebenaran tentang halal haramnya kue itu masih dipertanyakan.

    Di sejumlah akun Twitter Indonesia, warganet juga turut memberikan jawaban soal alasan kenapa Klepon dianggap sebagai makanan tak halal.

    Akun Tretan Muslim misalnya. Dalam cuitannya, akun ini mengatakan alasan kenapa Klepon tidak Islami.

    Menurut Tretan Muslim, Klepon tak Islami karena kelapa putih di permukaan kue melambangkan salju yang lekat dengan tradisi Natal. Namun tentu saja jawaban dari komika kontroversial ini adalah sebuah sarkasme.

    Baca Juga: Klepon Tidak Islami? Itu Fitnah!

    Tak hanya itu, media sosial juga diramaikan dengan berbagai macam meme kocak soal klepon.

    Ada yang mengedit foto Klepon dengan pakaian yang menunjukkan identitas muslim. Seperti cadar, hijab, peci, dan lainnya.

    Tapi, semua komentar yang menyebut alasan kenapa Klepon tidak Islami tersebut bernada satire dan hanya bercanda saja.

    Ajang Promosi

    Memakai kata Islami dan halal dalam strategi pemasaran atau ajang promosi produk untuk menarik hati pembeli, sebenarnya bukan hal yang baru.

    Beberapa waktu lalu, sebuah brand kosmetik ternama di Indonesia juga pernah melakukan hal yang sama.

    Awalnya, embel-embel halal yang dibawa oleh brand kosmetik ini dalam promosinya juga menuai kontroversi.

    Banyak orang menilai jika halal yang dibawa brand kosmetik tersebut, hanya menjadi sebuah jargon untuk memikat konsumen yang beragama muslim.

    Tak bisa dipungkiri bahwa penggunaan halal dalam upaya promosi sebuah produk adalah untuk menarik banyak konsumen.

    Apalagi, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Sehingga tagline Islami atau halal menjadi magnet kuat untuk menarik banyak masyarakat Indonesia.

    Namun, ada kerugian dengan upaya promosi ini. Sebab, ada unsur SARA yang juga ikut dibawa. Seolah produk hanya bisa digunakan kaum muslim semata.

    Kue Klepon Halal

    Ketua MUI Pasuruan Jawa Timur, KH Nurul Huda, mengatakan bahwa kue Klepon sudah ada sejak zaman dulu. Orang Islam di zaman dulu sudah makan Klepon.

    KH Nurul Huda juga menegaskan kue Klepon ini halal. Orang yang mengatakan jika Klepon ini tidak halal, menurut beliau, jelas mengada-ada.

    Baca Juga: Resep Kue Klepon Halal, Bisa Bikin Sendiri di Rumah

    Klaim dalam meme soal Klepon sebagai makanan tak Islami ini juga ternyata tidak berdasar.

    Karena jika dilihat dari bahan-bahan pembuatannya, yakni tepung ketan, gula dan pewarna dari daun suji, tidak ada bahan yang haram.

    Dengan demikian, maka seharusnya kue Klepon yang disukai banyak orang ini halal untuk dimakan.

    Sehingga pertanyaan yang muncul terkait alasan kenapa Klepon tidak Islami ini sudah ada titik terang.

    Strategi Promosi

    Jika benar meme klepon tidak Islamii adalah ajang promosi, maka strategi si pembuat meme tersebut sangat berhasil. Karena halal dan haramnya Klepon kini menjadi trending yang dibicarakan banyak orang.

    Dalam memasarkan sebuah produk, sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukakan oleh penjual atau seller untuk meningkatkan angka penjualan.

    Mulai dari iklan di berbagai media sosial, endorse selebgram, atau iklan di acara televisi. Semua cara itu tak masalah selama tidak menjelek-jelekan produk lain. Sehingga tak elok jika promosi suatu makanan jika memakai embel-embel SARA.

    Tak ada alasan untuk mempertanyakan lagi kenapa Klepon tidak Islami. Klepon hanya korban fitnah dari sebuah strategi promosi. Pada intinya, kue Klepon ini halal untuk dimakan. (GaluhID/Evi)

    Loading...

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    286PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan