oleh

Kisah Dibalik 27 Makam yang Digali Bagian Kepalanya di Tasikmalaya, Apa Motif Pelaku?

 
 

Tasikmalaya, galuh.id – Sebanyak 27 makam di Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat digali orang tak bertanggungjawab, Jum’at (8/11/2019) lalu. Sekilas makam yang digali tampak kosong. Namun, jika dilihat lebih teliti lagi, hanya bagian kepala jenazah saja yang digali.

Bukan itu saja, nisan yang menutupi makam tidak terlihat rusak, karena pelaku menggali bagian tanahnya saja. Seputar nisan yang terbuat dari batu dan marmer itu terlihat penuh dengan tanah. Sementara, kedalaman makam yang digali sekitar 20 sampai 50 cm.

Sekretaris Desa Pakemitan, M Isak, menuturkan penggalian makam oleh orang tak bertanggungjaab itu hanya dilakukan bagian kepalanya saja. Penggalian pun tidak terlalu dalam. “Ada 27 makam yang terlihat digali,” ucapnya.

Keluarga almarhum yang makamnya digali kemudian berusaha menutupi makam lantaran khawatir pelaku kembali untuk menggali lebih dalam lagi. Makam kini sudah kembali tertutupi tanah, namun tidak ada yang menjamin jenazah masih utuh.

“warga sudah datang ke lokasi tadi bersama keluarga almarhum juga, ya mereka tutupi lagi agar tidak semakin dalam galiannya,” imbuh Isak.

Pelaku penggalian makam tersebut sempat meresahkan warga sekitar. Warga kemudian mengaktifkan kembali ronda malam sampai arela pemakaman. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika si penggali makam kembali.

Pihak kepolisian dari Polsek Cikatomas terus melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Dari hasil penyelidkan, diketahui makam yang digali bagian kepalanya saja itu ada 25 makam.

Polisi mencatat, makam yang digali pelaku merupakan makam tahun 2019. Selain itu, pelaku hanya menggali makam yang memakai batu marmer hitam sebagai nisan

Hanya saja, Polisi belum mengetahui motif pelaku penggali kubur yang sempat bikin resah warga tersebut. Namun, Polisi memastikan diameter makam digali antara 10 cm dengan kedalaman 30-40 cm.

“Fakta baru yang kami temukan, rata rata pelaku menggali makam yang dikuburnya di atas tahun 2015. Makam yang digali juga hanya makam yang dipasang marmer berwarna hitam saja,” ujar AKP Dindin Joemardini, Kapolsek Cikatomas.

Dindin menambahkan, pihaknya bersama tokoh masyarakat melakukan patrol setiap malam dan siang hari di makam tersebut. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga agar hal serupa tidak terulang kembali.

“Kami lakukan patrol ke makam yang ada di wilayan Cikatomas, diantaranya di makam Semah Barat dan TPU Pakemitan in,” kata Dindin seraya mengatakan pihaknya masih terus menyelidiki pelaku maupun motifnya. (GaluhID/Arul)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA