Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021
More

    Nakes Terpapar Corona, RSUD Ciamis Perlu Evaluasi SOP

    Berita Ciamis, galuh.id – RSUD Ciamis beberapa hari yang lalu menutup pelayanan karena adanya tenaga kesehatan (nakes) yang positif terpapar Covid-19.

    Adanya tenaga kesehatan terpapar Corona ini bukan kali pertama. Bulan Juni 2020, puluhan nakes RSUD Ciamis menjalani isolasi akibat kontak dengan pasien positif.

    Kemudian Desember 2020, puluhan nakes RSUD Ciamis terkonfirmasi positif Covid-19. Dugaan para nakes terpapar dari salah seorang keluarga nakes yang positif Corona.

    Selain itu, juga dugaan tenaga kesehatan terpapar Corona dari pertemuan organisasi profesi.

    Berkaca dari dua kejadian tersebut dan melihat kasus terpaparnya nakes RSUD lain di Indonesia, maka perlu tindakan untuk meminimalisir terulangnya kasus serupa.

    Pengamat sosial politik, Endin Lidinillah, mengatakan RSUD Ciamis sebaiknya melakukan evalusi terhadap implementasi SOP pelayanan kesehatan saat masa pandemi Covid-19.

    Hal itu supaya bisa mengetahui tingkat efektivitasnya sekaligus memperbaiki kelemahannya.

    ”Kalau titik lemahnya ada di substansi SOP, kurang tegas sanksi misalnya, maka harus diperbaiki ketentuan-ketentuan dalam SOP tersebut,” kata Endin, Minggu (6/12/2020).

    Kemudian, lanjut dia, apabila titik lemahnya ada pada pelaksana SOP, maka harus ada penguatan kepatuhan dari semua pihak pelaksana SOP, termasuk dari tenaga kesehatan.

    Evaluasi SOP Masa Pandemi Covid-19 Jadi Keniscayaan

    Jika titik lemahnya ada di sikap masyarakat yang kurang mematuhi SOP, maka perlu edukasi masif. Pada titik tertentu, penerapan sanksi bagi masyarakat pelanggar.

    Selanjutnya kata Endin, kalau titik lemahnya ada pada sarana dan prasarana (sarpras), maka pemerintah daerah harus memenuhi sarpras tersebut sesuai standar ketentuan yang berlaku.

    Menurutnya, tanpa melakukan analisis komprehensif terhadap implementasi SOP tersebut, kekhawatiran akan memperbanyak peluang terulangnya kejadian serupa.

    ”Walaupun untuk menutup seluruh peluang memang tidak ada jaminan, yang bisa ya meminimalisir peluang,” ucap Endin.

    Lebih lanjut Endin menuturkan, hasil evaluasi terhadap implementasi SOP pelayanan kesehatan saat pandemi Covid-19 di RSUD Ciamis menjadi keniscayaan.

    Karena apabila RSUD sering tutup akibat nakesnya terpapar, maka akan memperburuk keadaan. Sebab masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatanan akan tidak terlayani.

    Bukan tidak mungkin akan membawa masalah baru, yaitu meningkatnya penularan dan angka kematian.

    Di atas semuanya, kata Endin, sikap tenang dan tidak panik harus melekat pada pemda dan masyarakat.

    ”Karena kini kita telah memilih new normal, yang tentu sejak awal sudah diperhitungkan dan diantisipasi resikonya,” pungkasnya. (GaluhID/Evi)

    Loading...

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    305PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan