Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Pembuat e-KTP di Ciamis Membludak, Disdukcapil Kewalahan

Ciamis, galuh.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis merasa kewalahan dengan panjangnya antrian pembuatan e-KTP, sementara suplai blangko e-KTP dari pemerintah pusat terbatas.

Kepala Dinas Disdukcapil, H Agus Ali Akbar, mengatakan, saat ini pembuat e-KTP yang sudah mendaftar dan masuk dalam antrian ada sekitar 17 ribu. Berbanding terbalik dengan suplai blangko dari pemerintah pusat yang rata-rata hanya mengirim 1000 blangko per bulan.

“Dengan suplai 1000 blanko e-KTP per bulan oleh pemerintah pusat belum memenuhi kebutuhan yang diperlukan, sehingga banyak masyarakat yang ingin membuat e-KTP harus menunggu lama,” ujar Agus Ali Akbar kepada Galuh ID, Kamis (9/8/2019).

Menurutnya, Disdukcapil Ciamis setiap hari melapor kepada pemerintah pusat terkait kekurangan blangko beserta kebutuhan yang diperlukan. Pihaknya saat ini sedang menunggu hasil pengajuan blanko kepada pemerintah pusat sesuai yang dibutuhkan.

“Kami setiap hari melapor kepada pemerintah pusat terkait kekurangan blanko beserta data antrian pembuatan e-KTP kami kirimkan supaya pemerintah pusat mengetahui kebutuhan blanko yang dibutuhkan,” tuturnya.

Apabila blanko e-KTP tersedia, kata Agus, petugas yang menangani pembuatan e-KTP di Disdukcapil Ciamis akan langsung merespon dengan cepat.

“Apabila blanko tersedia kami langsung memerintahkan kepada petugas di bagian pembuatan e-KTP untuk langsung diproses, agar masyarakat tidak menunggu lebih, bahkan petugas pun bekerja siang malam demi terciptanya kualitas pelayanan terhadap masyarakat,” paparnya.

Agus menuturkan pihaknya hanya bisa bergantung kepada pengiriman blangko dari pemerintah pusat dan tidak bisa berbuat banyak apabila blanko tidak tersedia.

“Benar kami hanya mengerjakan pembuatan e-KTP sesuai blangko yang dikirim oleh pemerintah pusat, kami juga mohon maaf apabila masyarakat harus menunggu lama dalam proses pembuatan e-KTP, ya beginilah keadannya dengan blanko yang terbatas, kebutuhan sangat banyak sehingga harus antri,” pungkasnya. (galuh.id/Arul)

Redaksi GaluhID
Galuh.ID terbangun dari tidur yang panjang soal keberadaan berita hoax yang semakin hari semakin meresahkan.
Loading...
loading...

Artikel Terkait

Tahun Ajaran Baru 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Guru di Ciamis Keliling ke Rumah Siswa

Berita Ciamis, galuh.id - Tahun Ajaran Baru 2020 sudah dimulai Senin (13/7/2020), namun kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Ciamis Jawa Barat belum...

Adaptasi Kebiasaan Baru Warga Ciamis Diminta Rajin Olahraga

Berita Ciamis, galuh.id - Adaptasi Kebiasaan Baru Warga masyarakat Ciamis diminta untuk rajin olahraga. Karena olahraga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan...

Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota DPR RI Bagikan Sembako di Ciamis dan Pangandaran

Berita Ciamis, galuh.id - Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota Dewan DPR RI Fraksi Partai Demokrat dapil Jabar X berikan bantuan sembako di Kabupaten...

Temukan Kami

49,357FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.