oleh

Pengecatan Rumah Warga Terdampak Gempa di Ciamis, Lingkar Matahati Rangkul Komunitas Punk Banjarsari

 
 

Banjarsari, galuh.id– Lingkar Matahati dan komunitas anak punk Banjarsari melakukan kegiatan bakti sosial dengan mengecat rumah milik Salim, warga Dusun Tuban, Desa Ratawangi, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mulai Jum’at (30/8/2019) sampai Minggu (1/9/2019).

Rumah milik Salim sebelumnya merupakan rumah yang terdampak gempa dan roboh yang kemudian dibangun dengan program bedah rumah Lingkar Matahati dan Jabar Bergerak.

“Lingkar Matahati sengaja mengajak komunitas anak punk bakti sosial, seperti halnya sekarang melakulan pengecatan rumah bapak Salim agar mereka bisa bermanfaat untuk masyarakat,” terang Muhammad Abid Buldani, ketua Lingkar Matahati kepada Galuh.id, Minggu (1/09/2019)

Abid mengatakan, para anak punk datang dari jauh hari ke Sekretariat Matahati yang bertempat di Dusun Wanasari, RT 02, RW 03, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari.

“Di sekre mereka curhat atas kejadian yang menimpanya di salah satu daerah yang menolak keberadaannya,” kata Abid.

Adit salah satu anak punk mengatakan tidak semuanya anak punk itu berbuat onar.

“Saya tidak tahu menau apa yang terjadi di tempat tersebut, kepala saya bocok dipukul Senpi oleh salah satu ormas di tempat tersebut,” papar Adit.

Sementara Eeng orang yang dituakan anak punk Banjarsari, menyesalkan atas perlakuan tersebut.

“Sebenarnya mereka itu bingung,,harus mencari perlindungan kemana, sementara Dinas Sosial hanya terkesan sebatas menangkap, menertibkan tanpa memberi arahan sedikit pun.”

“Alhamdulillah, sekarang bisa bertemu dengan komunitas Lingkar Matahati yang merangkul kami dengan mengajak berbuat baik dan mengajak kegiatan sosial serta menampung kami,” ucap Eeng.

Sementara itu komunitas lingkar matahati berencana akan mendirikan rumah singgah untuk komunitas anak punk.

Tujuannnya agar anak punk tidak terlantar di emper-emper toko yang bisa di nggap meresahkan.

Nantinya di rumah singgah mereka akan dibekali keterampilan dan arahan sesuai bakat mereka.

“Mudah-mudahan setelah diberikan arahan dan pelatihan mengasah bakat, mereka tidak kembali menjadi gelandangan,” pungkas Abid, ketua Lingkar Matahati Banjarsari. (galuh.id/Uus)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA