Pohon Dijadikan Alat Promosi, Pemuda Ciamis Gelar Aksi Cabut Paku

90

Ciamis, galuh.id – Sejumlah pemuda peduli lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Ciamis Hijau melakukan aksi cabut paku di sepanjang jalan Kota Ciamis mulai dari Kecamatan Baregbeg, Jumat (12/04/2019).

Para musisi Ciamis dan mahasiswa serta beberapa pemuda lainnya yang tergabung dalam Aliansi Ciamis Hijau prihatin dengan maraknya pohon yang dijadikan alat promosi dan alat kampanye.

Apalagi saat ini merupakan tahun politik, pohon yang dipaku dengan berbagai Alat Peraga Kampanye (APK) banyak ditemui di sepanjang jalan Kota Ciamis.

“Kami tergerak dengan melihat pohon-pohon sepanjang raya Ciamis banyak yang dijadikan sebagai media promosi dan kampanye, bahkan mirisnya alat promosi dan kampanye tersebut dipaku di pohon,” ujar Sopyan Romjani inisiator aksi cabut paku saat diwawancara Galuh ID, Jumat (12/04/2019).

Lanjut Sopyan, pihaknya merasa prihatin dengan banyaknya paku-paku yang menempel di pohon ini. Hal tersebut menurutnya merupakan pelanggaran lingkungan yang sudah diatur di dalam undang-undang.

“Kelakuan orang seperti itu sangat menyakiti pohon, sudah jelas pohon itu makhluk hidup, jadi jangan semena-mena pohon dipaku untuk dimanfaatkan sebagai media promosi dan kampanye,” tegasnya.

Sopyan juga mengatakan apabila terjadi bencana pohon tumbang, maka jangan salahkan seolah-olah bencana alam, namun dia menilai hal tersebut sebagai kesalahan manusia yang tidak bisa menjaga lingkungan hidup, khususnya pohon sebagai penghasil oksigen.

“Pohon itu makhluk hidup yang ingin hidup bebas sama seperti manusia, jangan diskriminasi, mari kita jaga keseimbangan alam dengan manusia agar alam pun tidak murka kepada kita,” katanya.

Lebih lanjut Sopyan mengajak kepada masyarakat untuk tidak melakukan promosi atau kampanye di pohon, karena merupakan pelanggaran. Apalagi ketika dipaku, maka pohon tersebut bisa mati.

Sopyan berharap dengan diadakan kegiatan ini masyarakat paham dan peduli terhadap lingkungan. “Kegiatan ini juga salah satu bentuk kampanye atau edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli dan menyayangi pohon-pohon sebagai alat produksi oksigen yang sangat dibutuhkan manusia,” pungkasnya. (galuh.id/Arul)

Editor : K. Putu Latief

loading...
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini

five − 1 =