Kamis, 29 Juli 2021
Kamis, 29 Juli 2021
BJB

Rakor Penanganan Covid-19 Tingkat Jabar, Ciamis Kembali Zona Oranye

spot_img

Berita Ciamis, galuh.id – Pemkab Ciamis mengikuti rakor Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah bersama Pemprov Jabar di Aula Setda Ciamis, Selasa (15/6/2021).

Rakor tersebut yang mengikutinya seluruh Kepala Daerah, Kapolres dan Dandim se-provinsi Jabar melalui virtual.

Untuk Kabupaten Ciamis, Sekda H. Tatang yang mengikutinya didampingi unsur Forkopimda dan SKPD terkait lainnya.

Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja dalam rapat melaporkan berdasarkan peta zonasi tanggal 7-13 Juni 2021, ada 2 kabupaten yang berada di zona resiko tinggi.

Dua kabupaten dengan resiko tinggi di Jabar tersebut yaitu Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Hal itu menunjukkan bahwa Kabupaten Ciamis saat ini telah kembali ke zona oranye atau resiko sedang, setelah sebelumnya berada di zona merah.

Ia menerangkan, secara keseluruhan terdapat 25 kabupaten/kota di Jabar yang berada di zona resiko sedang dan 2 kabupaten berada di zona resiko tinggi.

Ada peningkatan zona hijau saat ini 3.202 desa/kelurahan. Meskipun masih terdapat zona merah di 50 desa/kelurahan
.
“Untuk tingkat RT terdapat 86.056 zona hijau. 773 zona merah,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut mengindikasikan PPKM Mikro cukup berhasil menekan angka kasus penanganan Covid-19 di tingkat desa/kelurahan dan tingkat RT.

Terkait kepatuhan prokes, daripada pekan sebelumnya cenderung terjadi penurunan kepatuhan masyarakat di Jabar dalam melaksanakan prokes.

Sehingga perlu optimalisasi edukasi dan operasi disiplin protokol masyarakat yang lebih masif.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan sesuai arahan Mendagri, untuk kabupaten/kota yang berada di zona merah berlakukan WFH 75% dan WFO 25%.

Ia menghimbau agar PPKM mikro segera sinkronisasikan, khususnya pada level kelurahan.

Ia juga mengapresiasi Polda Jabar karena telah menjadi vaksinator tertinggi nasional dengan jumlah yang telah vaksinasi sebanyak 79.531 orang.

Saat ini lanjutnya, pemprov beserta TNI/Polri sedang melakukan identifikasi stadion-stadion untuk terus berupaya dalam percepatan proses vaksinasi.

Stadion dianggap paling pas untuk pelaksanaan vaksinasi, karena selain dapat menampung banyak orang, juga bisa menghindari kerumunan. (GaluhID/Evi)

Artikel Lainnya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
265PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan