Minggu, 24 Oktober 2021 | 14:01
Minggu, 24 Oktober 2021
More
    BJB

    Rakor PPKM Darurat di Ciamis, Terapkan 100% WFH Untuk Perkantoran

    Berita Ciamis, galuh.id – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menggelar rakor persiapan PPKM darurat dengan seluruh jajaran pemkab di Aula Setda Ciamis, Jumat (2/7/2021).

    Sesuai arahan Mendagri, PPKM darurat Jawa-Bali akan berlaku mulai tanggal 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021.

    Dalam instruksi Mendagri No 14 Tahun 2021 mengarahkan tentang pemberlakuan PPKM berbasis Mikro.

    Selian itu, mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran virus Corona.

    Herdiat menjelaskan bahwa dalam PPKM darurat Jawa-Bali terdapat beberapa pembatasan.

    Pembatasan tersebut yaitu menerapkan 100% work from home (WFH) untuk sektor non essensial dan seluruh kegiatan belajar mengajar secara daring.

    Kemudian, untuk sektor essensial memberlakukan 50% maksimum sfaf work rrom office (WFO) dengan protokol kesehatan.

    “Dan untuk sektor kritikal boleh 100% maksimum staff WFO dengan protokol kesehatan,” paparnya.

    Adapun sakupan sektor essensial antara lain keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran.

    Lalu, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

    Sedangkan cakupan sektor kritikal yaitu energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, objek vital nasional dan lainnya.

    Kemudian, sektor non essensial adalah sektor yang tidak menyediakan bahan makanan, bahan kesehatan atau dukungan keuangan.

    Seperti perkantoran pemerintahan, sarana prasarana pendidikan, keagamaan, hiburan, olahraga dan pariwisata.

    Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari pun dibatasi selama PPKM darurat.

    Pembatasan jam operasionalnya sampai pukul 20.00 waktu setempat, dengan kapasitas pengunjung 50%.

    “Sementara untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam,” jelas Herdiat.

    PPKM Darurat, Pengawasan Isolasi Diperketat

    Herdiat berharap, para ASN di Ciamis dapat bahu membahu membantu masyarakat dengan menyiapkan berbagai fasilitas untuk pelaksanaan isolasi.

    Selain itu, pelaksanaan dan pengawasan lengkap karantina atau isolasi dengan pengawasan yang lebih ketat.

    Kemudian juga pengawasan melekat di rumah sakit seperti terhadap ketersediaan tempat tidur tambahan, obat-obatan dan ketersediaan oksigen.

    Herdiat juga menginformasikan bahwa ketersediaan oksigen di berbagai Kabupaten dan Kota sudah semakin terbatas.

    Saat ini di RSUD Ciamis 55 bed sudah terisi penuh. Untuk antisipasi, pihaknya mengimbau agar Puskesmas menyiapkan 3 sampai 4 kamar tidur isolasi.

    Kepada kepala desa, pihaknya juga mengimbau agar mempersiapkan tempat-tempat isolasi dari tingkat desa sampai tingkat RT.

    Selanjutnya, Herdiat menjelaskan percepatan vaksinasi di Kabupaten Ciamis kurang lebih baru 7% yang sudah melaksanakan. Hal itu karena keterlambatan distribusi vaksin.

    Herdiat pun mengaku sangat menghargai antusias masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19.

    “Artinya mereka sadar pada kondisi saat ini. Bahwa dengan vaksin dapat mencegah penyebaran virus dan membentuk kekebalan tubuh,” tandasnya.

    Wabup Ciamis Yana D Putra menambahkan, sehebat apapun program pencegahan, jika tidak terimplementasikan secara maksimal maka akan sia-sia.

    Menurutnya, segala kebijakan pemerintah baik itu PSBB, lockdown maupun PPKM, substansinya adalah membangun kesadaran masyarakat.

    “Oleh karenanya, tolong edukasi dan sosialisasi tidak putus-putus meskipun cape dan jenuh,” ucapnya.

    Harus ada kesamaan narasi dalam menyampaikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Bahwa pemulihan kesehatan bagian dari membangkitkan perekonomian. (GaluhID/Evi)

    Loading...

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    292PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan