oleh

SMAN 1 Kawali Terpilih Sebagai Sekolah Zonasi di Ciamis

 
 

Kawali, galuh.id – SMAN 1 Kawali terpilih sebagai salah satu sekolah zonasi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Sekolah zonasi adalah sekolah yang dianggap mampu menjadi rujukan sekolah yang ada di sekitarnya.

Saat ditemui awak media, Drs Suarman Guntara M.pd selaku Kepala Sekolah mengatakan, sekolah zonasi adalah sekolah rujukan dari Direktorat Pembinaan SMA di Jakarta.

Menurutnya, di Ciamis ada dua sekolah zonasi yang terpilih yaitu, SMA Negeri 1 Kawali dan SMAN 2 Ciamis, tujuannya untuk pemenuhan standar pendidikan.

“Sebagai sekolah terpilih tentunya menjadi suatu kebanggan,” ujarnya, Kamis (17/10/2019).

Lebih lanjut, Drs Suarman Guntara menyampaikan, selain sekolah zonasi, ada juga yang disebut sekolah imbas, yaitu sekolah lain di wilayah sekolah zonasi.

“Wilayah imbas sekolah zonasi SMA Negeri 1 Kawali ini diantaranya SMAN Lumbung, SMAN Panawangan dan 3 SMA swasta yang dekat dengan SMA 1 Kawali, sekolah tersebut mengikuti kegiatan yang dilaksanakan hari ini,” katanya.

Kegiatan yang dimaksud adalah pembinaan yang dilakukan oleh Direktorat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kamis (17/10/2019) di SMAN 1 Kawali.

Pembinaan sekolah zonasi ini dihadiri 2 orang dari tiap sekolah. Tujuannya bagi guru pengajar ialah untuk lebih menguatkan pengetahuan terkait administrasi, melaksanakan pembelajaran dan memberikan penilaian.

“Kemudian untuk Zonasi Jabar Masagi lebih ke karakter berlandaskan budaya Sunda,” katanya.

Suarman menambahkan, pembahasan pada kegiatan tersebut seputar e-Modul, e-Raport, penulisan soal HOTS (High Owner Thingking Skills) dan pendampingan.

“Untuk kegiatan acara ini
narasumbernya dari Jakarta,’” kata dia.

Sementara, Entis dari Direktorat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang menyambangi SMAN 1 Kawali, Kamis (17/10/2019), mengatakan, dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) standar sesuai Permendikbud No 65 tahun 2013, pembelajaran dilakukan secara tatap muka.

“RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetisi dasar. Didiklah anak anak kita yang tidak tergantikan oleh mesin,” katanya. (GaluhID/Edis)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA