Jumat, 22 Januari 2021
Jumat, 22 Januari 2021
 
 

Tenaga Medis di Ciamis Kesulitan APD dan RDT

Berita Ciamis, galuh.id – Sejumlah daerah di wilayah provinsi Jawa Barat mulai mengalami kekurangan dan kesulitan mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD), salah satunya termasuk di Kabupaten Ciamis.

Juru bicara PIK Covid-19 Ciamis, dr Bayu Yudiawan, dalam rilisnya menyampaikan, Ciamis kesulitan APD dan RDT, setidaknya dalam sebulan dibutuhkan sebanyak 5.640 APD untuk tenaga medis.

“Idealnya tenaga medis membutuhkan 5.640 APD per bulan, kini Ciamis kesulitan APD dan RDT,” terang dr Bayu, Sabtu (4/4/2020).

Adanya peningkatan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) akibat lonjakan jumlah migrasi membuat dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya kewalahan.

Migrasi Dalam Pantauan Meningkat

Berdasarkan data PIK Covid-19 Ciamis, hingga saat ini sudah tercatat sebanyak 18.238 orang Migrasi Dalam Pemantauan (MDP) di Kabupaten Ciamis.

Tidak hanya kekurangan APD, Ciamis juga mengalami kekurangan alat pendeteksi diagnostik cepat atau rapid diagnostic test (RDT).

Sebelumnya pada akhir Maret 2020, dr Bayu mengatakan, alat untuk rapid tes di Ciamis sangat terbatas. Ciamis hanya kebagian 40 alat RDT karena terbatasnya cassete yang disuplai oleh pusat.

Rapid tes yang dilakukan di Kabupaten Ciamis baru dilakukan kepada 40 orang.

Diantaranya dilakukan kepada Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tenaga medis di ruang isolasi, serta dokter spesialis sebanyak 20 orang.

Sementara 20 sisanya, dilakukan oleh Labkesda Ciamis kepada ODP (Orang Dalam Pemantauan) dengan resiko tinggi terpapar virus corona.

Sementara untuk pengadaan RDT mandiri yang bersumber dari dana pemerintah Kabupaten Ciamis, terhambat oleh larangan pusat berkaitan dengan izin edar RDT.

Dr Bayu juga mengatakan, pemerintah kabupaten Ciamis sudah menganggarkan pengadaan alat untuk rapid tes sebanyak 450 casette.

Namun hingga kini pengadaan RDT tersebut belum dapat terealisasi dikarenakan stok di semua supplyer mengalami kekosongan.

“Kita sudah lakukan pemesanan, tapi sampai sekarang sudah 2 minggu belum terealisasi oleh vendor,” ujar dr Bayu.

Meskipun sudah ada temuan pasien positif Covid-19 di Ciamis, dr Bayu mengaku belum ada rencana untuk melakukan rapid tes massal.

Untuk sementara, pihaknya akan fokus pada kontak tracing dari pasien positif Covid dan penyelidikan kajian epidemiologi penanganan pencegahan Covid-19. (GaluhID/Evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Loading...

Artikel Terkait

Evaluasi PPKM di Ciamis, Penanganan Covid-19 Membaik

Berita Ciamis, galuh.id - Satgas Penanganan Covid-19 Ciamis menggelar rapat evaluasi terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Rapat evaluasi tersebut berlangsung di Sekretariat Satgas...

Parkir Tahunan Ditolak, Ciamis Akan Audensi ke Pemprov Jabar

Berita Ciamis, galuh.id - Pemkab Ciamis merencanakan adanya retribusi parkir tahunan bagi pemilik kendaraan bermotor. Namun, pemprov Jabar menolak kebijakan itu. Padahal, kebijakan retribusi parkir...

Hari ke-10, Satgas Covid-19 Banjarsari Ciamis Gencar Sosialisasi PPKM

Berita Ciamis, galuh.id - Satgas Covid-19 Banjarsari Ciamis gencar melakukan sosialisasi dan edukasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak hari pertama. Sosialisasi dan edukasi tersebut...

Temukan Kami

48,121FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya