Tenggelam di Leuwi Kaso Ciamis, Bocah SD Meninggal Dunia

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Ciamis, galuh.id – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat meninggal dunia karena tenggelam, Senin (24/5/2021).

Kedua orang tua korban Ajid dan Cicih, warga Dusun Bantar Caringin Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, harus ikhlas kehilangan anaknya Agus (13).

Agus adalah korban yang meninggal karena tenggelam di Leuwi Kaso, Sungai Citanduy, Blok Wana Pura.

Kepala Dusun Bantar Caringin Oman yang juga turut serta melakukan evakuasi pada korban menceritakan kronologis kejadian.

- Advertisement -

Menurut Oman, awalnya saat ia bersama warga lainnya sedang berada di warung ketika empat orang anak terengah-engah mendatanginya.

Keempat anak tersebut menurut Oman nampak panik dan menyebutkan nama korban, kemudian Oman menenangkan keempat anak tersebut.

“Anak-anak nampak panik menghampiri kami di warung, setelah tenang menceritakan korban tenggelam,” jelas Oman.

Oman meyakinkan anak-anak terlebih dahulu yang panik dan menangis sebelum menceritakan kejadian yang sebenarnya.

- Advertisement -

“Begitu mendengar informasi yang sebenarnya saya bersama warga langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,” jelas Oman.

Bocah SD di Ciamis Meninggal Dunia, Satu Korban Selamat

Menurut informasi dari teman korban, kejadian tersebut sekitar pukul 14.00 WIB dan warga berhasil menemukan korban sekitar pukul 15.00 WIB.

Oman juga mengatakan anak-anak yang berjumlah 6 orang tersebut awalnya hendak bermain, namun korban dan temannya Iyus (13) terjatuh.

“Biasa anak-anak berpegangan tangan di sungai, saat mundur kemudian terjatuh, Agus tidak terselamatkan karena tenggelam, Iyus terselamatkan,” jelas Oman.

Iyus berhasil selamat setelah mendapatkan pertolongan dari teman-temannya dengan cara memberikan batang bambu, dan juga mengeluarkan air yang tertelan.

Sedangkan Agus karena tenggelam tidak terselamatkan, dan warga berhasil menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa.

Sementara itu menurut Oman, kondisi air saat kejadian memang sedang besar tidak seperti biasanya dan anak-anak tidak menyadarinya.

“Biasanya airnya surut, namun karena di daerah lain hujan, air sungai saat kejadian besar dan anak-anak tidak menyadarinya,” jelas Oman.

Oman memastikan meninggalnya korban murni kecelakaan dan juga bukan karena terdapat banjir bandang atau air bah.

Selain itu Oman juga menyebutkan Leuwi tersebut kerap memakan korban, sehingga mengimbau pada warga untuk berhati-hati.

“Sering terjadi korban, maka dari itu kepada warga agar berhati-hati dan waspada saat berada di sungai tersebut,” pungkasnya.(GaluhId/Ardiansyah)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

LT II Gerakan Pramuka Kwaran Banjarsari Ciamis 2026 Resmi Dibuka, 53 Pangkalan Ikuti Lomba

Lomba Tingkat II (LT II) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Banjarsari dibuka oleh H. Nanang Permana di Ciamis pada 12-14 Agustus 2026. Diikuti 53 pangkalan Pramuka Penggalang, lomba ini bertujuan mengukur kemampuan dan membentuk karakter peserta. Tema tahun ini adalah "Membangun Regu SMART". Nanang menekankan bahwa lomba bukan sekadar kompetisi.

Artikel Terkait