Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

 

Orangtuanya menamai anak muda berprestasi ini dengan nama yang singkat, Nandi. Dengan berkelakar Nandi mengatakan jika orangtuanya menamainya dengan nama sesingkat itu agar tidak perlu repot-repot ketika mengisi identitas di lembar ujian. Walaupun bernama singkat, perjuangan Nandi menjadi Duta Sadar Hukum & HAM dan Duta Bahasa tidaklah sesingkat dan semudah namanya.

Sebelum terpilih menjadi Duta Bahasa, Nandi harus bersaing dengan 700 peserta dari berbagai daerah di provinsi Jawa Barat untuk kemudian melakukan berbagai tes. Tes yang diselenggarakan di Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat ini berupa Tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia, Tes Wawancara, sampai terlibat dalam Forum Diskusi Terpimpin. Dari 700 peserta disaring menjadi 400 peserta, disaring lagi menjadi 100 peserta dan Nandi lolos masuk 30 besar sampai akhirnya terpilih menjadi Duta Bahasa. Menurut Nandi, tugas dari Duta Bahasa adalah mengkampanyekan penggunaan Bahasa Indonesia dan membiasakan penggunaan Bahasa Daerah agar tidak tergerus dan punah.

Bukan hanya menjadi Duta Bahasa, pada tahun 2016 Nandi terpilih menjadi Duta Sadar Hukum dan HAM. Bahkan sekolahnya, SMAN 1 Kawali terpilih sebagai sekolah perintis sadar hukum dan HAM. Berawal dari keikutsertaan Nandi dalam program Dinas Pendidikan Jabar yaitu Kawah Kepemimpinan Pelajar (KPP) pada Mei 2016, Nandi ditugaskan untuk membuat Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM berdasarkan MOU Dinas Pendidikan Jawa Barat dengan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhumkam) dan Kementrian Pertahanan (Kemenhan).

Setelah mendirikan Forum Pelajar Sadar Hukum & HAM di sekolahnya, Nandi juga mensosialisasikan sadar hukum dan HAM ke sekolah-sekolah yang lain termasuk juga ke SMP/MTS.

Tugas dari Duta Sadar Hukum dan HAM ini adalah menanamkan kedisiplinan pada para siswa juga menanamkan rasa cinta tanah air. Dalam menjalankan tugasnya, Nandi seringkali terlibat razia siswa yang melanggar disiplin sekolah. Hal ini dilakukan untuk menanamkan kedisiplinan juga agar para siswa mematuhi aturan yang ditetapkan sekolah.

Nandi yang bercita-cita menjadi gubernur ini acapkali dimusuhi oleh teman-temannya yang terkena razia, tapi berkat komunikasi yang dilakukannya, perlahan-lahan teman-temannya pun mengerti. Untuk menanamkan kedisiplinan memang butuh proses, hal ini disadari betul oleh Nandi.

Terakhir Nandi berpesan, “Semoga kita generasi millenial ini bisa memberikan kontribusi terbaik untuk negeri ini, karena Indonesia akan dihadapkan dengan bonus demografi di 100 tahun kemerdekaan, maka kita harus memanfaatkan momentum untuk membangun Indonesia lebih baik,” ujar siswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Universitas Gajah Mada ini.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
 
 
"menulis untuk kebahagiaan dan mengedit untuk kepuasan"