Jumat, 23 April 2021
Jumat, 23 April 2021
BJB

HUT Gong Perdamaian Dunia di Ciamis ke-11, Simbol Persaudaraan

Berita Ciamis, galuh.id – HUT Gong Perdamaian Dunia ke-11 di Ciamis digelar setiap tanggal 9 September. Kegiatan rutin tersebut sudah menjadi tradisi setiap peringatan berdirinya gong raksasa tersebut.

Keberadaan Gong Perdamaian Dunia di Kabupaten Ciamis merupakan sesuatu yang istimewa. Gong terbesar ini juga diketahui hanya ada di Jawa Barat dan di Indonesia hanya ada 5 Gong.

Gong Perdamaian yang berdiri kokoh di Situs Ciung Wanara Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, ditabuh setahun sekali. Tahun 2020 ini merupakan HUT gong yang ke-11.

Perayaan tradisi HUT Gong Perdamaian Dunia kali ini, Rabu (9/9/2020), berlangsung secara sederhana karena digelar di tengah pandemi wabah virus Corona Covid-19.

Tamu undangan yang hadir pun sekarang dibatasi. Wisatawan tidak banyak yang datang. Meski perayaan tradisi gong raksasa digelar terbatas, namun tidak mengurangi maknanya.

Biasanya, tamu yang diundang dan datang pada acara ini dari berbagai pulau. Seperti para raja dari perwakilan forum silaturahmi keraton nusantara. Kini, hanya untuk daerah Ciamis dan daerah tetangga saja.

Prosesi Perayaan HUT Gong Perdamaian Dunia di Ciamis

Prosesi tradisi perayaan gong diawali dengan kirab Kebhinekaan sambil membawa lambang Garuda, 9 Bendera Merah Putih, 9 umbul umbul merah, dan 9 umbul umbul putih menuju lokasi gong.

Kirab sambil membawa lambang Garuda dan bendera menuju lokasi gong ini diiringi dengan seni gemyung, dogdog, kolotik dan angklung buncis.

Kirab Kebhinekaan diikuti oleh pelajar, tim seni dan masarakat adat. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air.

Lalu, prosesi dilanjutkan ke acara inti, yakni menabuh Gong Perdamaian Dunia yang hanya dilakukan setahun sekali. Penabuh dari pejabat seperti Wakil Bupati Ciamis dan para tokoh kebudayaan.

Selanjutnya ngawasuh (mencuci) gong menggunakan pohon hanjuang. Air yang digunakan untuk mencuci gong berasal dari 9 tempat kabuyutan. Antara lain Situ Lengkong Panjalu, Cikawali Kawali.

Kemudian berasal dari Jambansari, Galuh Salawe, Situs Karangkamulyan, Kertabumi, Pulau Majeti, dan Kampung Adat Kuta. Kegiatan perayaaan gong diakhiri dengan acara makan bersama.

Ketua Forum Gong Perdamaian Dunia Kabupaten Ciamis Aip Syarifudin mengatakan, perayaan gong yang ke-11 tahun ini tidak mengundang banyak orang. Karena di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Karena perayaan digelar saat pandemi. Jadi tidak mengundang saudara saudara kita. Baik Sultan, Raja dan dari provinsi lain. Hanya dari PKUB kabupaten Ciamis,” ujar Aip.

Simbol Persaudaraan

Aip menyebut peringatan gong memiliki makna dan nilai filosofis. Semangat perdamaian yang telah ditanamkan sesepuh Galuh dan sunda zaman dulu di Ciamis harus tetap dijaga dan terpelihara.

Keberadaan Gong Perdamaian Dunia ditempatkan di kabupaten Ciamis ini bukan tanpa alasan. Karena sejak Kerajaan Galuh, Ciamis dikenal sangat menjunjung tinggi nilai perdamaian.

Wabup Ciamis Yana D Putra menuturkan Gong Perdamaian Dunia di Ciamis merupakan simbol persaudaraan. Ia juga mengapresiasi perayaan tradisi gong yang digelar rutin setiap tahun.

Namun, kata Yana, perayaan tradisi gong jangan hanya seremonialnya saja. Tapi maknanya juga harus diimplementasikan dalam kehidupan. Filosofinya tetap membangun persaudaraan.

“Perbedaan itu takdir. Tapi persatuan, kebersamaan dan perdamaian sesuatu yang harus kita usahakan. Mengingatkan kita agar tetap bersaudara dan bersatu,” pungkasnya. (GaluhID/Evi)

 
 
Loading...

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,715FansSuka
242PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya