oleh

Kampus IAID Gelar Halalbihalal Kebangsaan dengan Kesbangpol Ciamis

Hubungi
 
 

Ciamis, galuh.id – Halalbihalal Kebangsaan digelar Kampus Institut Agama Islam Darusalam (IAID) dengan tema “Meneguhkan Kebangsaan Dalam Menjalin Harmonisasi Ukhuwah Umat” yang bertempat di Ruang kelas Kampus IAID, Senin siang (24/6/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 peserta dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAID dan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) dengan mengundang Narasumber Kepala Kesbangpol Ciamis, Drs.Andang Firman,T.MT, Biro Kemahasiswaan IAID, Dr. Sumadi M.Ag dan budayawan, Nuhadi LC.M.A.

Loading...

“Hal ini perlu dilestarikan sebagai refleksi budaya. Munculnya istilah halalbihalal ini berawal setelah Indonesia merdeka 1945, pada tahun 1948, Indonesia dilanda gejala disintegrasi bangsa. Para elit politik saling bertengkar, tidak mau duduk dalam satu meja,” kata Ilham Nu Suryana, Presiden BEM IAID dalam sambutannya.

“Sejak itu Bung Karno di Hari Raya Idul Fitri, mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturrahmi yang diberi judul ‘Halalbihalal’ dan akhirnya mereka bisa duduk dalam satu meja, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa,” katanya.

Ilham juga mengatakan halalbihalal merupakan budaya asli Indonesia yang dikolaborasikan dengan nilai keagamaan. Kegiatan ini dimulai sejak KGPAA Mangkunegara I atau yang dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Meskipun saat itu belum memakai istilah halalbihalal.

“Berangkat dari sejarah tersebut saya kira sangat stategis kita selaku Mahasiswa menyelengarakan kegiatan Halalbihalal Kebangsaan yang mana maksud dan tujuannya untuk mempertegas koridor mahasiswa di poros tengah dan merajut Harmonisasi Ukhuwah Wathoniah kita dalam porsi akademis,” katanya.

Andang Firman, Kepala Kesbangpol Ciamis mengatakan pendidikan harus terus menerus digelorakan, agar moralitas bangsa tetap terjaga. Pedoman berbangsa kita adalah UUD 1945, yang merupakan kesepakatan para pendiri bangsa.

“Apalagi ancaman narkoba, budaya, separatis masih ada dan kita harus waspada seriap saat, agar bentuk-bentuk ancaman tersebut bisa diminimalkan bahkan dihilangkan,” tuturnya.

Andang menambahkan, tujuan pembangunan Indonesia tertera dalam pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

“Kami mengajak kepada para mahasiswa untuk punya wawasan dan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya. Apalagi kita punya kearifan lokal, dan kearifan lokal merupakan modal sosial yang potensial untuk menata kerukunan berbangsa dan bernegara,” katanya. (galuh.id/Arul)

loading...

Penulis : Redaksi GaluhID

Galuh.ID terbangun dari tidur yang panjang soal keberadaan berita hoax yang semakin hari semakin meresahkan.

Komentar

BERITA SELANJUTNYA