oleh

Obat Virus Corona yang Berpotensi Sembuhkan Covid-19

 
 

Hingga saat ini belum ditemukan obat virus corona yang terbukti ampuh. Namun, para ahli telah menilik sejumlah daftar senyawa sebagai upaya untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

Dari berbagai penelitian, ada tiga pendekatan yang sedang dikembangkan. Salah satunya adalah mengembangkan obat anti virus, bertujuan untuk menangkal virus Corona yang masuk ke tubuh.

Penelitian kedua terkait obat yang bisa menenangkan sistem imun. Pada pasien positif Corona, sistem imun bereaksi berlebihan sehingga menyebabkan kerusakan pada tubuh.

Penelitian selanjutnya terkait antibodi yang menyerang virus, bisa berasal dari contoh darah pasien yang sembuh atau dibuat di laboratorium.

Obat Virus Corona yang Berpotensi Sembuhkan Pasien Covid-19

Berikut ini adalah sejumlah obat yang diklaim memiliki potensi besar dalam menyembuhkan pasien Covid-19.

Avigan/Favipiravir

Avigan adalah obat flu dari Jepang. Menurut Dr. Yohei Doi dari Universitas Kesehatan Fujita, Avigan diberikan sebagai tindakan darurat untuk pasien kritis di rumah sakit. Di China, obat ini terbukti efektif digunakan pasien positif Covid-19.

Penggunaan Avigan butuh pengawasan ketat karena dapat menimbulkan efek samping yang serius. Obat ini berbahaya bagi ibu hamil, karena menyebabkan kelainan janin.

Pada bulan Februari lalu, China melaporkan angka kesembuhan meningkat sejak pasien Covid-19 diberi favipiravir. Data itu diambil dari pasien Covid-19 di Wuhan dan Shenzen.

Perusahaan Farmasi di China, Zhejiang Hisun telah menerima persetujuan resmi untuk memproduksi obat Avigan secara massal.

Sementara perusahaan Fujifilm di Jepang menyediakan obat Avigan ke rumah sakit untuk berkontribusi dalam menghentikan penyebaran virus Corona.

Saham Fujifilm bahkan sempat naik sebanyak 15 persen pada tanggal 18 Maret. Sayangnya, penelitian obat virus Corona di Jepang ini tidak memberi hasil yang memuaskan.

Remdesivir

Menurut Dr. Bruce Aylward dari WHO, remdesivir merupakan obat antivirus yang paling efektif.

Remdesivir Pada awalnya dibuat untuk mengobati penyakit Ebola, namun saat digunakan pada penyakit lain, obat ini ternyata memberi kemajuan.

Selain itu, remdesivir juga telah diujicobakan pada hewan dan terbukti mengatasi penyakit MERS.

Lopinavir dan Ritonavir

Kedua bahan ini merupakan bagian dari obat HIV, yang sempat diberitakan sebagai obat untuk pengobatan Covid-19.

Sayangnya kombinasi lopinavir dan ritonavir tidak dapat menyembuhkan maupun menurunkan kadar virus pada tubuh pasien Covid-19. Hal ini disebabkan karena kondisi pasien sudah kritis dan terlambat untuk diobati.

Klorokuin

WHO juga menguji klorokuin, obat yang digunakan untuk malaria. Selain itu ada hidroklorokuin, obat radang sendi yang memperbaiki sistem imun.

Menurut penelitian, obat antimalaria ini dapat menghambat virus Corona dan membantu mengobati pasien.

Akan tetapi, WHO belum menyatakan obat ini sebagai obat virus Corona yang ampuh karena bukti penelitian masih belum cukup meyakinkan.

Para ilmuwan di Brazil memberikan klorokuin pada 440 pasien Covid-19, sebagian dosis tinggi dan sisanya dosis rendah.

Pasien yang diberi klorokuin dosis tinggi terjadi kelainan ritme jantung. Dilansir dari Live Science, Senin (27/4/2020), pemberian klorokuin dihentikan.

Quinine  Sulfate

Sempat disalah artikan bahwa klorokuin berasal dari pohon kina. Padahal klorokuin adalah senyawa kimia sintetis yang memiliki struktur mirip dengan quinine sulfate. Karena klorokuin adalah barang impor, maka sulit mendapatkan bahan baku saat lockdown.

Sejak 70 tahun silam, quinine sulfate telah digunakan untuk berbagai kebutuhan medis. Indonesia memiliki perusahaan dalam negeri yang memproduksi pil kina, obat yang memiliki kandungan tersebut.

Jika kina direkomendasikan sebagai obat virus corona, perlu dukungan sesegera mungkin dari pemerintah pusat dan daerah. Karena dokter dan ahli farmakologi sedang mengkaji dosis yang tepat agar tidak menimbulkan efek samping.

Ada beberapa perkebunan kina di Jawa Barat, salah satunya dimiliki oleh PT Kimia Farma. Perusahaan farmasi tersebut telah mempertimbangkan kina untuk diproduksi kembali.

Hingga kini telah tercatat lebih dari 150.000 orang meninggal akibat covid-19. Jika Indonesia dapat memproduksi sendiri obat virus Corona dengan bahan baku yang murah, akan semakin banyak pasien yang sembuh. (GaluhID/Elsa)

Loading...
loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA