Olahan Hasil Bumi Jadi Peluang Usaha Warga Ciamis Saat Ramadhan

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Ciamis, galuh.id – Hasil bumi dari pertanian bisa menjadi peluang usaha dan menumbuhkan ekonomi masyarakat Ciamis pada bulan ramadhan saat ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Budi, mengatakan hasil ini sangat besar manfaatnya terutama dalam situasi pandemi Covid-19.

Menurutnya, banyak olah-olahan dari hasil bumi yang bisa oleh masyarakat rasakan manfaatnya.

“Sangat besar manfaatnya. Banyak olahan hasil ini yang bisa masyarakat rasakan manfaatnya,” ucapnya, bersama Kabid Hortikultura dan Perkebunan Tomy Fauzi, Kamis (22/4/2021).

- Advertisement -

Pada bulan ramadhan ini lanjutnya, dari cengkaleng pisang banyak masyarakat cari untuk mengolahnya menjadi sajian buka puasa atau kolak.

Banyak para petani kata Budi, dengan menjual cengkaleng bisa sedikit menutupi kebutuhan sehari-hari keluarganya pada masa pandemi ini.

Ia pun yakin para petani bisa hidup baik dan sehat dari hasil bumi dan tidak akan kesulitan pada masa pandemi Corona.

“Saya yakin para petani bisa hidup baik dan sehat dari hasil bumi dan tidak akan kesulitan dalam kondisi pandemi seperti sekarang,” ujar Budi.

- Advertisement -

Di Kabupaten Ciamis menurut Budi banyak sentral penjualan gula merah dari berbagi wilayah seperti Rancah, Lakbok, Panawangan dan daerah lainnya.

Tidak hanya itu saja, Kabupaten Ciamis juga bahkan mampu menghasilkan 44 ribu ton pisang.

“Bulan ramadan masa pandemi Covid-19 saat hasil bumi dari pertanian bisa menjadi peluang usaha dan menumbuhkan ekonomi masyarakat Ciamis,” pungkasnya. (GaluhID/Aldi)

Editor : Evi

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Unik! Warga RT 23 Desa Cibadak Ciamis Gelar Pemilihan Ketua RT Layaknya Pemilu

Warga RT 23 Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, menggelar pemilihan Ketua RT pada 31 Juli 2026 dengan konsep mirip Pemilu. Ucu Rahmat terpilih sebagai Ketua RT setelah meraih suara terbanyak. Konsep pemilihan ini bertujuan untuk memastikan keterbukaan dan transparansi, serta melibatkan partisipasi langsung warga. Biaya pemilihan berasal dari kas RT dan donatur.

Artikel Terkait