Pengawasan Pupuk Ilegal Lemah, DPRD Ciamis Minta Ini

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Kasus beredarnya pupuk ilegal di Ciamis bukan kali ini saja. Melainkan sudah sering terjadi sejak tahun 2010.

“Jadi peredarannya sudah lama terjadi, dan selalu muncul di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Komar menuturkan, harusnya peran pengawasan pupuk itu tidak hanya ketika ada masalah. Namun harus selalu siaga dan bisa mengantisipasi.

“Dalam hal ini pemda dan instansi terkait harus bisa mengantisipasi peredaran pupuk ilegal,” ucapnya.

- Advertisement -

Menurut informasi yang beredar, lanjut Komar, pupuk ilegal itu berasal dari Cirebon, Bogor dan Jawa Tengah. Kemungkinan mereka sudah punya link sendiri. Kasus ini pun sudah ditangani pihak kepolisian.

Komar juga meminta kepada Dinas Pertanian supaya tidak terjadi lagi peredaran pupuk ilegal di Ciamis, dan hal ini harus selalu lakukan pengawasan pupuk ilegal.

Sebelumnya, dari hasil uji labolatorium dengan menggunakan perangkat uji pupuk (PUP) fertilizer test kit terdapat kandungan yang tidak sesuai dalam keterangan kemasan.

Hasil pengujian H20 tidak ada kandungan pupuk dalam kemasan pupuk ilegal tersebut. Sedangkan kandungan ureanya terdapat 15 persen. (GaluhID/Tony)

- Advertisement -

Editor : Evi

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Stadion Galuh Masih Banyak Kekurangan untuk Mengarungi Liga 2 Indonesia

Menjelang Liga 2 Indonesia musim 2026/2027, manajemen PSGC Ciamis fokus pada pembenahan Stadion Galuh untuk memenuhi standar club licensing FIFA dan AFC. Meskipun stadion dianggap layak, regulasi baru mengharuskan peningkatan infrastruktur, termasuk pencahayaan dan kapasitas. PSGC telah lolos evaluasi awal tanpa pengurangan poin, namun harus memenuhi persyaratan lebih lanjut. Manajemen juga mempersiapkan tim dan melakukan seleksi pemain lama serta berkomunikasi dengan pemain asing.

Artikel Terkait