Petani Ciamis Resah, Ladang Jagung Kerap Dirusak Kawanan Monyet dan Babi

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Ciamis, galuh.id – Petani jagung di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat resah lantaran kawanan monyet dan babi kerap merusak lahan pertanian jagung milik warga.

Kepala Desa Mekarsari, Ratam Suganda, mengatakan serangan monyet terhadap lahan pertanian jagung milik warga tersebut telah terjadi dari dulu.

“Dari dulu kawanan monyet telah menghantui warga. Tidak hanya monyet, bahkan kawanan babi hutan juga kerap merusak ladang pertanian,” ujarnya kepada galuh.id, Selasa (21/9/2021).

Menurut Ratam, permasalahan tersebut sebetulnya sudah dilaporkan ke BKSDA dan Perhutani. Namun hingga kini belum ada upaya lebih lanjut.

- Advertisement -

Ratam menjelaskan luas lahan jagung tersebut 350 hektare. Dinas Ketahanan Pangan dan Bupati Ciamis pernah hadir dalam tanam perdana dan juga panen raya jagung.

Ia menjelaskan, Kecamatan Tambaksari merupakan penghasil jagung terbesar di Kabupaten Ciamis. Namun hasil panen terus mengalami penurunan akibat kawanan monyet dan babi hutan.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Stadion Galuh Masih Banyak Kekurangan untuk Mengarungi Liga 2 Indonesia

Menjelang Liga 2 Indonesia musim 2026/2027, manajemen PSGC Ciamis fokus pada pembenahan Stadion Galuh untuk memenuhi standar club licensing FIFA dan AFC. Meskipun stadion dianggap layak, regulasi baru mengharuskan peningkatan infrastruktur, termasuk pencahayaan dan kapasitas. PSGC telah lolos evaluasi awal tanpa pengurangan poin, namun harus memenuhi persyaratan lebih lanjut. Manajemen juga mempersiapkan tim dan melakukan seleksi pemain lama serta berkomunikasi dengan pemain asing.

Artikel Terkait