Rumah Janda di Banjarsari Ciamis Ambruk Diguyur Hujan Deras

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Ciamis, galuh.id – Sebuah rumah di Dusun Pangsor RT 01 RW 01, Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk pada Minggu (1/8/2021) malam.

Riswanto salah satu Perangkat Desa Ciulu membenarkan adanya kejadian rumah ambruk di wilayahnya.

“Iya benar, rumah yang ambruk itu milik Yatini. Kejadiannya sekitar pukul 22.56 WIB,” ujar Riswanto saat galuh.id menghubunginya, Senin (2/8/2021).

Ia menerangkan, rumah yang tiba-tiba ambruk saat terkena guyuran hujan deras itu penghuninya berjumlah enam orang.

- Advertisement -

Rumah milik Yatini yang merupakan seorang janda tersebut kondisinya sudah lapuk sehingga mengalami rusak saat terguyur hujan deras.

“Rumah milik janda ini rusak karena kondisinya sudah lapuk. Sehingga ketika terkena guyuran hujan deras tiba-tiba saja ambruk,” kata Riswanto.

Dalam musibah ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa ataupun luka meski pada saat kejadian penghuninya berada di dalam rumah.

Hanya saja, taksiran kerugian materil penghuni rumah (korban) mencapai belasan juta rupiah.

- Advertisement -

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya motor rusak tertimpa material. Untuk sementara kerugian taksiran mencapai 15 juta rupiah,” jelas Riswanto.

Sementara untuk kebutuhan mendesak untuk korban yaitu sembilan bahan pokok atau sembako. Kemudian peralatan memasak dan alat makan.

“Karena tertimpa reruntuhan material, alat masak dan alat makan rusak. Oleh karenanya, korban untuk saat ini sangat membutuhkan itu semuanya,” tuturnya.

Riswanto menambahkan, warga lingkungan setempat pun bergotong royong membantu membereskan puing-puing reruntuhan rumah janda yang ambruk tersebut. (GaluhID/Uus)

Editor : Evi

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Unik! Warga RT 23 Desa Cibadak Ciamis Gelar Pemilihan Ketua RT Layaknya Pemilu

Warga RT 23 Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, menggelar pemilihan Ketua RT pada 31 Juli 2026 dengan konsep mirip Pemilu. Ucu Rahmat terpilih sebagai Ketua RT setelah meraih suara terbanyak. Konsep pemilihan ini bertujuan untuk memastikan keterbukaan dan transparansi, serta melibatkan partisipasi langsung warga. Biaya pemilihan berasal dari kas RT dan donatur.

Artikel Terkait