oleh

UAS Angkat Bicara Pasca Tersebarnya Foto Tidak Senonoh Pelajar Banjarsari Ciamis

 
 

Banjarsari, galuh.id – Ustad Asep Shobur (UAS), pembina Forum Ma’had Silaturahmi Santri (Formasi) Banjarsari Ciamis angkat bicara perihal beredarnya foto tidak senonoh pelajar siswi SMAN 1 Banjarsari.

UAS meminta semua pihak agar bisa bersikap arif dalam menyikapi masalah tersebut. Jangan saling menyalahkan yang akhirnya tidak akan menyelesaikan masalah.

“Sudahlah jangan saling meyalahkan, bersikaplah arif agar masalah yang mencoreng nama baik Banjarsari dan Lembaga Sekolah SMAN 1 Banjarsari segera selesai,” ujarnya kepada Galuh ID, Jum’at (7/2/2020).

Baca Juga: Foto Tidak Senonoh Seorang Siswi di Banjarsari Ciamis Gegerkan Warga

Dia mendorong pihak sekolah dan penegak hukum agar masalah foto setengah bugil yang diduga diperankan oleh siswi SMAN 1 Banjarsari diusut. Terutama penyebar pertamanya.

“Penegak hukum yang dalam hal ini polisi harus mengusut sampai tuntas, siapa penyebar pertamanya. Apakah ada motif dibalik itu?” pintanya.

Dia berharap semua pihak jangan memojokkan pihak sekolah. Sebab foto tersebut, kalau dilihat tidak menggunakan seragam sekolah dan bukan di lingkungan sekolah.

“Tentunya saya merasa prihatin dan menyayangkan penyebaran foto salah satu siswi SMAN 1 Banjarsari yang saat ini sudah bukan lagi sebagai anak didik sekolah tersebut,” paparnya.

Ia juga meminta kepada pihak sekolah agar lebih selektif mengawasi gadget siswanya.

“Pihak sekolah harus selektif secara berkala, kalau bisa adakan Sidak pemeriksaan HP para siswa. Karena dikhawatirkan ada konten-konten di luar batas wajar,” katanya.

Selain itu, dia memohon kepada aparat terkait agar dilakukan razia anak sekolah yang keluyuran di jam pelajaran.

“Saya sering melihat di jam pelajaran banyak anak sekolah yang keluyuran sewaktu jam pelajaran. Yang dikhawatirkan dari rumahnya berangkat, namun tidak sampai ke sekolah,” jelasnya.

Orang Tua Awasi Anaknya

Dia juga mengajak seluruh orang tua di Banjarsari Ciamis agar mengawasi anak-anaknya dan menekankan kembali anaknya untuk kembali mengaji.

“Rata-rata anak remaja sulit untuk kembali ke ruang lingkup pengajian, ketika sudah lepas SD, ya udah enggan lagi untuk mengaji. Harapan saya kepada orang tua agar mengarahkan anak untuk kembali ke mendalami nilai keagamaan”, harap UAS. (GaluhID/Yanyan-Uus)

Loading...
loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA